oleh

Bisnis Investasi Bodong, Ibu Rumah Tangga Keruk Dana Rp1,175 Miliar

POSKOTA.CO – Terlibat bisnis investasi bodong hingga meraup dana Rp1,175 miliar dari ‘nasabahnya’, seorang ibu rumah tangga Ny. Ema,51, akhirnya jadi pesakitan di pengadilan Negeri Jakatga Utara.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis hakim diketuai Tumpanauli Marbun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iriana menuduh wanita asal Makasar yang kini mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur ini, telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Awalnya terdakwa warga Jalan Diponegoro, Makasar ini menawarkan kepada Mujiati, rekannya yang sudah dikenalnya untuk investasi modal butik di Pusat Perbelanjaan Mangga Dua yang dikelola terdakwa sendiri,” ucap jaksa Selasa (12/1/2021).

Menurut Jaksa perbuatan terdakwa yang bekerja sebagai agen asuransi ini berawal dari Agustus 2016 hingga Mei 2018. Sebelumnya terdakwa menghubungi Mujiati lewat Whatsaap untuk bertemu di satu rumah makan di wilayah Jakarta Utara.

“Mujiati bersedia bertemu karena terdakwa sudah dikenalnya lebih dulu, apalagi terdakwa menjanjikan dari modal yang disetorkan, Mujiati  akan diberi keuntungan 10 persen,” kata jaksa sambil menyebutkan dari iming-iming ini, si ‘nasabah’ ini tergerak untuk menyerahkan modal awal Rp500 juta.

Pancingan pertama merekrut ‘nasabah’ untuk masuk investasi ecek-ecek ini berhasil setelah korbannya diberikan Rp50 juta sebagaimana yang disepakati 10 persen sebelumnya. Dan atas pemberian 10 persen tersebut korban tambah yakin lalu menyetor dana sebesar Rp500 juta lagi.  Kali ini penyetoran modal tersebut di buatkan perjanjian dihadapan Notaris Hartono.

Menurut jaksa korban tak tahu kalau binis investasi bodong yakni butik yang isinya pakaian dibeli dari Pusat Perbelanjaan Pasar Tanah Abang. Apalagi selama kurun waktu tersebut, korban sudah menyetor modal mencapai Rp1,175 miliar yang ditransfer melalui rekening BCA milik terdakwa.

“Mengingat sampai waktu yang dijanjikan keuntungan 10 persen tak kunjung diberikan lagi, korban lalu menagih pada terdakwa. Namun terdakwa tidak bisa lagi dihubungi alias hilang. Akibatnya terdakwa dilaporkan ke polisi hingga akhirnya ditangkap,” kata jaksa.

Jaksa menambahkan, belakangan ketika diselidiki, bisnis investasi butik tersebut memang tidak pernah ada alias bodong.

“Uang yang diterima dari korban ternyata sudah habis dipakai untuk modal judi suami terdakwa dan  menutupi hutang-hutangnya kepada orang lain,” pungkas jaksa. (Ferry/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *