oleh

Bareskrim Periksa Pejabat Tinggi Kejagung Terkait Kebakaran Gedung 

POSKOTA.CO–Penyidik Bareskrim Polri memeriksa seorang pejabat tinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan pidana kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Namun identitas pejabat itu masih dirahasiakan.
Selain  pejabat tinggi tersebut  penyidik Bareskrim Polri juga memeriksa tiga saksi lain, yakni PNS Kejaksaan Agung, PNS Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan penjual Top Cleaner. Keempat orang yang diperiksa terkait kebakaran gedung Kejagung semuanya dalam kapasitasnya sebagai saksi.
Penyidik Bareskrim terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi untuk mengungkap siapa tersangka di balik kasus kebakaran tersebut. “Empat orang saksi,  pejabat tinggi Kejagung, PNS Kejagung, PNS Kemendag, Penjual Top Cleaner,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, Kamis (1/10).
Bukan hanya itu, rencananya hari ini (Kamis 1/10) akan melakukan gelar perkara bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus kebakaran tersebut. “Ekspose gelar perkara dengan Jaksa Peneliti (P16),” ujarnya.

Hasil penyelidikan, Polri menemukan fakta di lapangan saat kejadian ada tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam gedung tempat asal mula munculnya api.

Bareskrim Polri menyimpulkan ada dugaan tindak pidana di balik kebakaran yang ikut menghanguskan ruang kerja Jaksa Agung itu. Dugaan ini didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.

Hasil penyelidikan diperkuat hasil Poslabfor Polri menemukan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik. Sebaliknya diduga karena open flame atau nyala api terbuka.

Kobaran api diketahui berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Api dengan cepat menjalar ke ruang lain karena diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi.

Bahan ini diketahui mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkir, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *