oleh

Lubangi Tembok Penjara, Terpidana Mati Cai Chang Pan Sebelumnya Pernah Kabur dari Rutan Narkoba

-Hukum Kriminal-1.204 views

POSKOTA.CO – Gembong narkoba, Cai Chang Pan alias Cai Ji Fan, kini tengah menjadi buruan tim gabungan usai kabur melalui ‘lubang tikus’ sel kamar Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang. Ini adalah pelarian kedua Cai saat ditangkap pertama kalinya tahun 2016 silam.

Berdasarkan catatan POSKOTA.CO, pria 53 tahun asal Tiongkok tersebut diketahui pernah juga melarikan diri saat menjadi tahanan rutan Direktorat Narkoba Mabes Polri di Cawang, Jakarta Timur, Selasa 24 Januari 2017. Penyelundup 110 kg sabu di Banten ini kabur bersama enam tahanan lainnya.

Caranya pun tak jauh beda. Cai melubangi tembok kamar mandi dengan barang besi dan memanjat tembok setinggi 2,5 meter. Gembong narkoba asal ‘Negeri Tirai Bambu’ itu kabur bersama Azizul (30), Ridwan alias Rambe (22), Anthoni Medan (30). Kemudian Amiruddin alias Amir (27), Ricky Felani alias Ruslan (30) dan Sukma Jaya alias Jaya (34).

Tak membutuhkan waktu lama, Polisi kemudian mengendus keberadaan ketujuh tahanan yang kabur tersebut. Mereka diketahui bersembunyi di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Sang gombong bersama teman-temannya akhirnya kembali dijebloskan ke jeruji selang tiga hari sejak pelariannya.

Mau tidak mau, Cai Chang Pan akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tangerang. Ketua Majelis Guntur Purwanto Joko Lelono menjatuhi hukuman mati kepada Cai pada 19 Juli 2017. Tak terima, pria asal Tiongkok itu banding, namun usaha itu ditolak mentah-mentah oleh Pengadilan Tinggi Banten.

Terpidana mati Cai Chang Pan lalu dikurung di Lapas Kelas I Tangerang. Baru 3 bulan menghuni sel kamar, gembong narkoba itu kembali berulah. Kali ini mencoreng wajah lembaga pemasyarakatan Indonesia.

Kaburnya terpidana mati asal Tiongkok kini tengah diselidik pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Kalapas Kelas I Tangerang Jumadi menyatakan tidak ada peran serta sipir atas kaburnya terpidana mati Cai Chang Pan.

“Sampai saat ini saya meyakinkan tidak ada dugaan sipir yang ikut (membantu kaburnya Cai), jadi saya pastikan tidak ada petugas yang ikut kalau melihat situasi yang ada,” tegas Jumadi.

Sepak terjang Cai Chang Pan di dunia narkoba berakhir pada 26 Oktober 2016. Dia ditangkap polisi yang mencium peredaran 20 kg sabu di Banten. Polisi lalu menggeledah sebuah pabrik ban vulkanisir di Desa Pasir Kacapi, Maja, Kabupaten Lebak. Di tempat itu, polisi menemukan 90 kg sabu yang disembunyikan di mesin pompa. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *