oleh

Adian Napitupulu Sesalkan Penyidik KPK yang Periksa Hasto Kristiyanto Layaknya Teroris

JAKARTA – Kasus pemeriksaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian khusus. Kali ini, politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu yang mengkritisi pemeriksaan yang dilakukan badan anti rasuah ini layaknya teroris karena kedinginan di ruang pemeriksaan.

“Lalu saya carilah interogasi di ruangan dingin itu standar. Itu standar pemeriksaan terhadap teroris, terhadap lawan-lawan musuh negara dan sebagainya,” kata Adian dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Tata Cara Hukum dan Model Kerja Aparat Penegak Hukum pada Kasus Politik, Jumat (28/6).

Menurut Adian, dirinya menyesalkan sikap KPK yang membiarkan Hasto kedinginan di ruang pemeriksaan dan disinyalir ada maksud lain dari penyidik KPK Rossa Purbo Bekti saat memeriksa Hasto.

“(Hasto) dipanggil sebagai saksi lalu masuk ke dalam ruangan itu diperiksa suhunya. Kalau sangat dingin layaknya lu bukan saksi. Kenapa? Karena ruangan dingin itu bagian dari desain ruangan untuk melakukan interogasi, membuat tidak nyaman, orang lebih cepat mengaku dan sebagainya,” ucap Adian.

Atas apa yang dialami Hasto, Adian pun akan mendorong Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) untuk memberi atensi terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh penyidik KPK.

“Nah dari rangkaian ini tolong dong ada penjelasan jelas dari negara, dari KPK, dari Menkopolhukam ada apa sih? Apakah kalian tidak mampu menundukkan kami dengan argumentasi? Apakah kalian tidak mampu membuat kami menyerah dengan cara yang lain? Sampai kemudian cara-cara seperti yang digunakan, kan seperti itu,” tegas Adian.

Sementara itu, pemerhati politik Saiful Huda Ems menambahkan, penyitaan handphone milik Hasto Kristiyanto oleh penyidik KPK dinilai politisasi hukum. Menurutnya, rezim penguasa ingin mengkorupsikan orang-orang yang kritis terhadap pemerintah.

“(Perampasan HP dan buku partai) kemana arahnya ini jelas, menurut saya untuk mengalahkan PDIP dalam Pilkada Serentak 2024. Maka jelas siapa yang ada di belakang ini,” pungkas Huda. (Ifand/fs

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *