oleh

Sekjen IMLOW: Perlu Kelancaran Kargo Domestik

POSKOTA.CO – Sekretaris Jenderal Indonesia Maritime Logistic and Transportation Watch (IMLOW) Achmad Ridwan Tento mengungkapkan perdagangan ekspor impor kini cenderung lesu akibat pandemi Covid saat ini.

Hal tersebut dapat dilihat dari sepinya kegiatan di pelabuhan-pelabuhan utama seperti di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta meskipun kini telah memasuki New Normal.

Namun cerita Ridwan, konsumsi pasar domestik Indonesia menjadi sangat potensial di tengah pandemi Corona saat ini. “Perdagangan antar pulau atau domestic harus tetap stabil dan lancar, tidak boleh terhambat,” ujarnya Kamis (18/6/2020).

Untuk memperkuat perdagangan domestik perlu ditingkatkan dengan memacu para pelaku usahaha kecil menengah (UKM) maupun pelaku industri guna memenuhi kebutuhan dasar/pokok masyarakat dalam negeri di tengah pandemi Covid 19 saat ini.

Saat ini ada 270 juta jiwa penduduk Indonesia terdampak pandemi Covid-19 yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah terutama yang tinggal di daerah kepulauan.

Oleh karenanya  kelancaran penanganan kargo domestik di pelabuhan harap Ridwan, harus menjadi perhatian serius operator pelabuhan.

Kegiatan pengangkutan domestik atau antar pulau memasuki adaptasi kebiasaan baru (New Normal) justru mulai ada pergerakan kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Ridwan minta  pemerintah  dan operator pelabuhan jangan hanya fokus pada layanan internasional  dan menganak tirikan layanan antar pulau.

Diceritakan Ridwan, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan capaian ekspor pada bulan Mei 2020 merupakan yang terendah sejak 2016, sementara posisi impor terburuk sejak tahun 2009.

BPS mencatat, ekspor pada Mei 2020 mengalami penurunan 13,4% dibanding pencapaian bulan sebelumnya, sedangkan jika dibandingkan dengan tahun lalu atau year on year (yoy) merosot 28,9%.

Sementara impor turun lagi lebih dalam dengan kisaran 32,65% dibanding bulan lalu, dan jika dibandingkan tahun lalu turun 42,20%.

Menurut BPS, ekspor pada bulan Januari 2020 tercatat 13,63 miliar dolar AS. Sempat naik pada Februari-Maret 2020 menjadi 14 miliar dolar AS, lalu turun lagi di April menjadi 12,16 miliar dolar AS dan turun lagi pada Mei 2020 menjadi 10,53 miliar dolar AS.

Sementara impor Januari 2020 tercatat 14,27 miliar dolar AS. Angka ini turun tipis pada Maret 2020 menjadi 13,35 miliar dolar AS. Pada April 2020 angkanya terus menurun menjadi 12,54 miliar dolar AS dan 8,44 miliar dolar AS pada Mei 2020.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk (Temas Line) Teddy Arief Setiawan, mengungkapkan, memasuki New Normal volume muatan kontainer domestik untuk rute ke barat sudah berangsur normal, sedangkan yang ke arah timur masih drop akibat pandemi virus Corona/Covid-19.(d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *