POSKOTA.CO – Masa pandemi, omzet pedagang otak-otak yang berdagang setiap hari keliling di sekitar Pasar Poncol Bungur, Senen, Jakarta Pusat, menurun.
Meski begitu, demi menyambung hidup, pedagang otak-otak yang mengaku masih lajang berasal dari daerah Purwakarta, Jawa Barat ini tetap berjualan otak-otak dengan gerobak dorong yang dirakit ala kadarnya menggunakan ban mobil-mobilan anak-anak.
Sebut saja, Iman (31) tahun, sapaan akrab para pelanggannya itu. “Kalau sebelum pandemi, jualan otak-otak laris manis mas, bisa meraup keuntungan dari Rp250 sampai dengan Rp350 ribu per hari,” ujarnya, Jumat (12/3/2021).
Namun, kata Iman, sejak ada pandemi keuntungan jadi melorot drastis hanya Rp100 ribu-Rp150 ribu per hari.
“Nggak apa-apa sih, harus disyukuri namanya juga usaha. Alhamdulilah masih diberikan rezeki dengan jualan otak-otak. Lagi pula saya masih lajang ini barangkali nemu jodoh di Jakarta ini,” ucapnya sambil mengatakan, dia bersama teman seprofesinya ngontrak di kawasan Jakarta Pusat. (van)







Komentar