KUNINGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Cikaduwetan, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, telah mulai menggulirkan beberapa program kegiatan sesuai dengan amanat APBDes tahun 2026. Demikian diungkapkan Kepala Desa Cikaduwetan, Riki Yakub, S.Pd.,saat diwawancarai POSKOTAONLINE.COM, di ruangan kerjanya, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, hal tersebut berjalan diawali dengan langkah penyusunan dan penetapan APBDes 2026 bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Kami menjadikan Permendes Nomor 16/2025 sebagai rujukan dalam penyusunan APBDes,”terang Riki.
Kemudian lanjutnya, bersama dengan BPD melakukan kajian guna memetakan dan menentukan program skala prioritas sejumlah bidang garapan untuk tahun ini. “Sesudah disepakati, barulah APBDes 2026 ditetapkan bersama dengan lembaga BPD,”ucapnya.
Dikatakan Riki, terdapat delapan bidang yang diuraikan pemerintah pusat melalui kementerian desa sebagai arah serta pedoman dalam menetapkan dan menyelenggarakan kegiatan APBDes 2026.
Dia menjelaskan, meskipun kondisi serapan keuangan Dana Desa (DD) untuk tahun sekarang mengalami penurunan sangat signifikan sekitar 60 persen, namun pihaknya memastikan program prioritas tetap dikedepankan agar bisa digelar pada tahun ini. “Bidang pengentasan kemiskinan, bidang pelayanan kesehatan dan bidang pendidikan kami prioritaskan secara maksimal,”ujar Riki.
Disebutkannya, terkait program bidang pengentasan kemiskinan, diwujudkan melalui kegiatan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga yang memenuhi kriteria.
Sementara pada bidang peningkatan kesehatan sambung Kades Cikaduwetan ini, terus bergulir dengan pelayanan pos yandu yang dijalankan oleh kader-kader PKK.
“Bahkan pada tahun sekarang, ada penambahan perhatian khusus kepada anak-anak yang dalam penanganan stunting melalui pemberian makanan bergizi tambahan, diluar program reguler yang biasa dilaksanakan,”ungkapnya.
Tidak hanya itu singgung Riki, program dukungan penguatan ketahanan pangan menjadi sasaran prioritas juga dari realisasi dana desa tahun ini.
“Kami pun memerhatikan kebutuhan kelompok tani dengan rencana melakukan pemberian pengadaan sebuah unit alsintan (handtracktor-red) kepada salah satu kelompok tani,”ucapnya.
Kades Riki menegaskan, melalui dukungan komponen terkait, baik internal maupun eksternal serta kerja bersama seluruh lapisan masyarakat, dirinya berharap sekalipun terdapat kondisi perubahan cukup signifikan serapan keuangan dana desa pada tahun 2026 sekarang, seluruh kegiatan didalam APBDes semoga menjadi mandat yang mampu diwujudkan dengan baik dan lancar. (Cep)







Komentar