KUNINGAN – Siswa pada SDN 1 Cihideunghilir, Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diduga menolak mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim pada Kamis (16/10/2025). Makanan yang tidak jadi dikonsumsi para siswa itu (sisa-red), kemudian dikumpulkan pada sebuah ember untuk dibawa pulang seorang guru setempat, diduga akan diberikan menjadi makanan ‘entog’ (unggas-red).
Keterangan cukup miris tersebut disampaikan langsung secara polos salah seorang siswa yang berada di tengah kerumunan teman-temannya saat POSKOTAONLINE.COM, mengunjungi sekolah dimaksud. “Ini makanan yang tidak jadi dimakan, terus dikumpulkan dalam ember lalu akan dibawa pulang pak guru untuk diberikan ke ‘entog’ (unggas-red),” kata siswa ini dengan menggunakan bahasa Sunda.
Menurutnya, hal tersebut sudah beberapa kali terjadi. Siswa ini mengungkapkan, makanan MBG ketika tidak dimakan para siswa, biasanya menu yang disajikan tidak disukai. “Makanan begini gak mau ah gak suka,” ucapnya sambil terus sibuk memasukan makanan tersebut ke dalam sebuah ember plastik.
Sementara itu, Kepala SDN 1 Cihideunghilir Rustani, S.Pd., ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Iya sebagian siswa menolak makan menu MBG,” terangnya.
Disebutkan Rustani, saat guru mencoba mencari tahu alasan penolakan sebagian siswa terhadap menu makan ini, mereka (siswa-red) menyatakan tidak suka dengan makanan yang disajikan. “Hampir semua siswa tidak mau jenis menu makan yang dikirim seperti itu,” ujarnya.
Kepala Sekolah ini berharap, pihak pemerintah terus intensif memperbaiki dan meningkatkan pengawasan dari bergulirnya program tersebut, khususnya terhadap dapur MBG selaku pihak yang menyediakan menu makan secara langsung kepada para siswa.
“Kami tidak ingin kejadian atau peristiwa dimaksud berlangsung berulang-ulang, jika tetap saja seperti ini bisa merupakan pemubaziran dan dapat merugikan keuangan negara,”pungkas pria yang juga selaku Ketua Kelompok Kerja (K3S) SD Kecamatan Cidahu itu. (*/cep)







Komentar