KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, Jawa Barat melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat, Rangga Apriatna, S.STP., M.Si., menyatakan, informasi tentang kegagalan total pengelolaan BUMDes Cikeusal, Kecamatan Cimahi, akan menjadi bahan kajian.
Hal tersebut disampaikan Kadis PMD Kabupaten Kuningan secara tegas saat dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM melalui sambungan WhatsApp (WA) pada Senin (13/7/2026). “Terima kasih atas informasinya, ini menjadi bahan (kajian-red),” ungkap Rangga.
Beberapa hari sebelumnya, ketika dikunjungi POSKOTAONLINE.COM, Kepala Desa Cikeusal Mulya mengakui jika persoalan BUMDes di desanya cukup kompleks. “Iya memang masyarakat di sini juga sudah mengetahui, program ketapang tahun anggaran 2025 berupa pengelolaan kebun cabai gagal total karena diserang banjir saat itu,” terang Mulya.
Merespons kegagalan total BUMDes, beragam pendapat terus mengalir disuarakan warga setempat. “Karena menyangkut adanya dugaan kerugian negara, saya minta pengelolaan keuangan BUMDes Cikeusal ini diselidiki pihak aparat Kejaksaan Negeri Kuningan,” desak warga yang meminta identitasnya tidak disebut itu.
Disinggungnya, memang betul salah satu sebab yang menimbulkan kegagalan perkebunan cabai BUMDes adalah karena serangan banjir. “Namun, apakah aset keuangan lembaga (BUMDes-red) seluruhnya ikut ludes juga?” tanya warga ini penasaran.
Untuk diketahui, BUMDes Cikeusal, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan memang mendapat sorotan cukup tajam dari publik. Lembaga dimaksud disebut-sebut telah menyerap dana desa (DD) tahun 2025 lalu untuk program ketahanan pangan (ketapang) senilai Rp200 jutaan lebih. Ini belum lagi ditambah dengan penyertaan modal yang digelontorkan pemerintah desa sebelumnya, tahun 2023 dan 2024.
Kegiatan usaha dalam wujud tematik nabati program ketapang tahun 2025 berupa perkebunan cabai, hasilnya nihil dan dinyatakan gagal total. Kabar yang diserap, seluruh kegagalan itu disebabkan karena kondisi alam akibat terjadinya serangan banjir ke area perkebunan. Informasi yang berhasil dihimpun, modal BUMDes program ketapang tahun 2025 akhirnya amblas dan tidak berkelanjutan, serta tidak mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat desa setempat. (*/cep)







Komentar