oleh

Gamas Kecam Dugaan Sejumlah Hotel di Kuningan Jadi Ajang Maksiat

KUNINGAN – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam ‘Gerakan Anti Maksiat’ (Gamas) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengecam keras terhadap aktivitas beberapa penginapan dan hotel yang beroperasi di wilayah tersebut, diduga masih membuka kesempatan dijadikan ajang tempat maksiat.

Hal itu diungkapkan Sekjen Gamas Kabupaten Kuningan Rahmat kepada sejumlah awak media, Selasa (2/1/2024), menyikapi situasi meningkatnya dugaan perbuatan asusila dilakukan sejumlah pasangan bukan muhrim (bukan suami-istri-red) dengan menggunakan fasilitas pada beberapa hotel atau penginapan di Kuningan, terutama terjadi saat liburan momentum tahun baru kemarin. “Kami sangat miris dan kecewa di kabupaten yang memiliki slogan agamis seperti Kuningan ini, malah praktek dugaan perbuatan asusila khususnya di tempat-tempat penginapan atau hotel terus saja berjalan,” terangnya.

Ditegaskannya, gerakan mencegah dan membasmi praktek-praktek penyakit masyarakat seperti itu, harus dilakukan secara bersama oleh seluruh kalangan. “Kami meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan aparat penegak hukum mempunyai langkah yang konkret dan sungguh-sungguh dalam memberangus dugaan pelanggaran asusila ini,” tegas Rahmat.

Disebutkan Rahmat, beberapa hotel atau penginapan di wilayah Kabupaten Kuningan diduga ada yang berubah dari fungsinya. “Beberapa hotel dan penginapan dikeluhkan masyarakat, karena fasilitasnya kerap dijadikan ajang kemaksiatan seperti tempat prostitusi,” ujarnya.

Sehubungan itu pihaknya meminta dan menyerukan, kepada pihak terkait pemerintah daerah, yang saat ini di bawah kepemimpinan Pj.Bupati Kuningan, mengambil langkah tegas untuk menghentikan dugaan aktivitas serupa tersebut yang bisa membuat Kuningan menjadi dinilai buruk. “Hal ini merupakan PR yang perlu segera dituntaskan dan kami meminta Pj Bupati Kuningan segera mengambil sikap nyata, menertibkan beberapa penginapan dan hotel yang beralih fungsi menjadi sarang kemaksiatan,” pungkas Rahmat meminta. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *