oleh

Tim Pidsus Kejari Depok Cecer 22 Pertanyaan ke Oknum Pelapor Kasus Damkar

POSKOTA. CO – Tim seksi pidana khusus (Pidsus) kejaksaan negeri (Kejari) Depok mencecer sekitar 22 pertanyaan kepada Sandi Butar Butar pegawai honorer dinas pemadan kebakaran (Damkar) Kota Depok pelapor dugaan korupsi, penyalahgunaan wewenang dan mark up anggaran tahun 2017, 2018, 2019 terkait anggaran PDL dan anggaran tahun 2020 terkait pemotongan uang insentif Covid-19 di Damkar Depok.

“Oknum pelapor yang dimintai keterangan terkait dugaan kasus Damkar Depok yaitu S, 25, pegawai honorer di Damkar Depok yang telah melaporkan kasus tersebut melalui media sosial ke Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu, ” ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu Murdianto, Jumat petang (28/5).

Saksi pelapor S oleh penyidik Seksi Pidsus di cecer dengan sebanyak 22 pertanyaan terkait kasus tersebut diatas. Selain S juga ada enam orang saksi lainnya yaitu ANF honorer Dinas Damkar, E honorer Danru Pos Merdeka Dinas Damkar, WIS pejabat pengadaan Dinas Damkar, S Danru pada Dinas Damkar, MS Danru pada Dinas Damkar dan A Ketua Aspeknas Kota Depok.

Menurut dia, pelapor S didampingi kuasa hukumnya datang bersama dimintai keterangan lanjutan terkait keterangan dugaan korupsi PDL ditahun 2017, 2018, 2019 serta pemotongan dana insentif COVID-19 tahun anggaran 2020.

Selain masalah itu, ujarnya masalah kasus pemotongan honor-honor yang diterima Sandi dan teman-teman selama periode 2020. Kasus terus didalami tim Pidsus Kejari Depok untuk memperjelas permasalahan dalam dugaan korupsi di Damkar Kota Depok. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *