oleh

Survei WI: Kaum Perempuan Pilih Airlangga Jadi Presiden, Ini Alasannya

POSKOTA.CO- Direktur Eksekutif Warna Institute, Frika Faudilah mengatakan sebagian besar responden dalam survei terbaru memilih Menko Perekonomian RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI dalam Pilpres 2024.

Frika Faudilah mengungkapkan dari data survei terbaru Warna Institut yang mengangkat tema ‘Preferensi dan Rasionalisasi Pilihan Politik Kaum Perempuan pada Pemilu 2024’ menyatakan bahwa 80,6 responden kaum perempuan tidak suka dengan gaya kampanye relawan relawan capres yang isinya politik identitas, saling mendiskreditkan bakal capres lainnya.

Kemudian sebanyak 86,7 persen responden juga tidak menyukai bakal capres yang ambisius dan hanya pencitraan. Namun sebanyak 87,8 persen responden perempuan menyukai dan menerima tokoh yang punya rekam jejak kinerjanya yang berdampak pada ekonomi keluarga.

“Dari keempat tokoh Bacapres yang ada yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Airlangga Hartarto. Mayoritas 54,9 persen responden kaum perempuan menilai program dan kinerja Airlangga Hartarto selama menjabat sebagai Menko Perekonomian paling berpengaruh positif terhadap kehidupan ekonomi keluarga mereka,” ujar Frika Faudilah, Rabu (28/6/2023) dalam keterangan tertulisnya.

Sedangkan sebanyak 11,8 persen Kaum Perempuan menyatakan mereka merasakan kinerja dan program Prabowo Subianto sebagai Menhan.

Kemudian sebanyak 5,3 persen kaum perempuan menyatakan merasakan pengaruh dari program dan kinerja Ganjar Pranowo selama menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Dan hanya sebanyak 3,4 persen kaum perempuan menyatakan merasakan kinerja dan program Anies Baswedan selama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan sebanyak 24,6 persen responden perempuan memilih tidak menjawab.

Selain itu, sosok dan kemampuan Presiden yang mengantikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diharapkan oleh Kaum Perempuan, dalam penelitian ini sebanyak 70,6 persen menginginkan presiden yang mampu mengelola perekonomian nasional sehingga berdampak bagi tingkat pendapatan & kesejahteraan keluarga mereka.

Sebanyak 12,6 persen menginginkan presiden yang tegas dan berani sebanyak 7,7 persen kaum perempuan menginginkan presiden yang merakyat, sebanyak 9,1 persen tidak menjawab.

“Hasil penelitian Warna Institut menyatakan bahwa 80,6 Kaum perempuan tidak suka dengan gaya kampanye relawan relawan bakal capres yang isinya politik identitas,saling mendiskreditkan bakal capres lainnya,” tambahnya.

Begitu juga 86,7 persen responden yang tidak menyukai bakal capres yang ambisius dan hanya pencitraan, tetapi sebanyak 87,8 persen kaum wanita menyukai dan menerima tokoh yang punya rekam jejak kinerjanya yang berdampak pada ekonomi keluarga kaum perempuan.

Lebih lanjut, Frika menjelaskan sebanyak 59,8 persen kaum perempuan menginginkan Presiden berlatar belakang sipil dan sebanyak 21,8 persen menginginkan presiden berlatar belakang Militer/Polisi kemudian sebanyak 19,4 persen tidak mempermasalahkan latar belakang presiden.

“Sebanyak 67,9 persen kaum perempuan tidak mempermasalahkan Presiden tidak berkeluarga atau punya istri atau suami dan sebanyak 32,1 persen kaum perempuan menyatakan Presiden harus punya istri atau suami, sedangkan sebanyak 1 persen tidak menjawab,” ungkap dia.

Hasil simulasi nama-nama tokoh Bakal Calon Presiden (Bacapres) dari responden ketika di minta untuk memilih tokoh mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini, maka hasilnya nama Airlangga Hartarto paling tinggi tingkat keterpilihannya oleh kaum perempuan. Dimana sebanyak 37,9 persen memilih Airlangga Hartarto sebagai Presiden penerus Jokowi.

Kemudian disusul oleh Prabowo sebanyak 20,8 persen,diurutan ketiga Ganjar Pranowo dipilih sebanyak 10,8 persen kaum perempuan, dan sebanyak 6,8 persen kaum perempuan memilih Anies Baswedan dan selebihnya memilih tokoh lainnya, dan sebanyak 23,7 persen tidak menjawab.

Perlu diketahui bahwa Daftar Pemulih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 sebanyak 187.781.884 orang. Rinciannya, 185.732.093 pemilih dalam negeri dan 2.049.791 pemilih di luar negeri.

Jumlah pemilih perempuan lebih banyak sekitar 126 ribu dibanding pria yaitu jumlah pemilih perempuan di dalam negeri mencapai 92.929.422.

Survei jajak pendapat Warna Institute yang dilaksanakan pada 10-22 Juni 2023 diikuti oleh kaum perempuan warga negara Indonesia yang tersebar di 34 provinsi dengan jumlah 2.200 orang kaum perempuan.

Sebanyak 67,7 persen dari 2200 kaum perempuan yang menjadi responden pernah ikut memberikan suaranya pemilu 2019 dan sebanyak 32,3 persen kaum perempuan pemilih pemula.

Pengambilan sampel mengunakan metode multistage random sampling dan hasil penelitian survei ini memiliki Confidence Level sebesar 95 persen dan Margin of Error kurang lebih 2,09 persen.

Menanggapi hasil survei Warna Institute, terkait Pilihan Politik kaum Perempuan pada pemilu 2024 yang lebih memilih dukungan kepada Airlangga Hartarto, Pengamat Ekonomi Politik Universitas Andalas mengatakan hasil survei tersebut merupakan langkah positif bagi Airlangga Hartarto maju sebagai capres 2024.

Dengan mayoritas responden pemilih kaum perempuan yang saat ini mendukung Airlangga Hartarto sebagai Presiden dalam Pilpres 2024 sebagai bukti kerja nyata dan posisi Ketum DPP Golkar dan Menkoperekonomian yang bersinggungan langsung dengan kaum perempuan.

“Pemilih kaum perempuan yang dukung Airlangga Hartarto sebagai presiden, karena adanya bukti kerja nyata beliau sebagai Menkoperekonomian yang langsung dengan kaum perempuan, ini yang menjadi nilai positif bagi Golkar dan Airlangga,” kata Fajri Muharja.

Fajri menyebutkan dengan pengalaman dalam bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi Airlangga untuk mendongkrak ekonominya terhadap masyarakat.

“Pengalaman di bidang ekonomi menjadi daya tarik bagi Airlangga untuk mendongkrak ekonominya masyarakat,” ungkapnya.

Menurut dia,kaum milenial dari perempuan juga harus menjadi perhatian Golkar karena bisa menambah suara Airlangga di Pilpres 2024.

Sebagai capres alternatif, Airlangga pasti bisa menang untuk mengalahkan calon-calon presiden lainnya. Kekuatan Airlangga dalam ekonomi itu menjadi modal sebagai presiden pilihan masyarakat.

“Membangun citra positif dan modal ekonomi sebagai kekuatan Airlangga menang jadi presiden,” tuturnya.

Sementara itu, kelompok pengusaha nasional mengharapkan presiden Indonesia selanjutnya mampu membawa Indonesia menghadapi ketidakpastian global dan gempuran negara lain, termasuk atas komoditas Indonesia.

Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, presiden harus memahami ekonomi. Hanya saja, dia menilai kemampuan itu tak dimiliki calon-calon presiden yang ada.

“Melihat dari tiga calon calon diantaranya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, saya melihat sebagian besar bukan orang yang mengerti ekonomi betul,” kata Sofjan Wanandi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *