oleh

Seluruh Kelurahan di Kota Depok Telah Memiliki Aktivis PATBM

POSKOTA. CO – Mengantisipasi tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di masyarakat pemerintah kota (Pemkot) Depok telah membentuk aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di seluruh kelurahan atau 63 kelurahan.

“Keberadaan aktivis PATBM di setiap kelurahan dilengkapi sepuluh orang petugas untuk membantu pemerintah dalam melindungi anak-anak dari tindakan kekerasan di lingkungan rumah tangga dan lainnya, ” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Nessi Annisa, Kamis (2/6/2022).

Menurut dia, sebetulnya tahun 2021 lalu sudah terbentuk di 12 kelurahan dan sekarang di tambah 51 kelurahan. “Ini satu upaya Pemkot Depok mengantisipasi tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak sebagai salah satu program Depok Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ditambahkan Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa, kehadiran aktivitas PATBM dengan sepuluh personil merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak yang juga salah satu wujud komitmen Pe kot Depok sebagai Kota Layak Anak.

Ada empat tujuan pembentukan PATBM di tingkat kelurahan antara lain membangun sistem yang mendukung pengendalian pada tingkat masyarakat dan keluarga untuk mewujudkan pengasuhan serta melakukan pencegahan kekerasan pada anak. Kemudian, meningkatnya keterampilan hidup dan ketahanan diri anak dalam mencegah kekerasan, ujarnya.

Selain itu, tambah dia, pembentukan PATBM juga untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengelola sumber daya keluarga serta menanggapi laporan kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat.

Mereka yang terlibat dalam aktivitas PATBM yaitu unsur Kader PKK, Kader RW Ramah Anak, dan Kader Ramah Keluarga yang sudah bergerak di lapangan. “Kami berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemkot Depok bersama masyarakat dapat menekan angka kekerasan dan anak-anak pun terlindungi,” imbuhnya. (anton/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.