oleh

KOWANI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Anak di Ruang Digital dan Edukasi Karakter sejak Dini

​JAKARTA — Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menegaskan bahwa ajang Unjuk Bakat Anak tidak hanya berfokus pada seremoni piala dan panggung megah, melainkan wajib diimbangi dengan edukasi karakter serta perlindungan ketat di ruang digital.

​Pesan tegas ini disampaikan merespons kesuksesan gelaran Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 yang diikuti sekitar 200 anak dari berbagai pelosok negeri, mulai dari Papua hingga Bali, pada kategori Duta Kebaya Batik Cilik dan Remaja Indonesia pada Sabtu (3/10/2026).

​Ketua Umum KOWANI Periode 2024–2029, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H., menegaskan bahwa antusiasme besar anak-anak dalam mengasah talenta harus dibarengi dengan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan mental, waktu tumbuh kembang, hingga keamanan identitas mereka.

Jangan Bebani Anak dengan Ekspektasi Berlebih

​Sebagai “Ibu Bangsa”, Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H. mengingatkan para orang tua, pendidik, dan penyelenggara acara agar tidak menjadikan kompetisi sebagai beban psikologis bagi anak.

​”Sebagai Ibu Bangsa, KOWANI mengajak orang tua, pendidik, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Setiap anak memiliki potensi unik yang patut dihargai, dan pendampingan bakat harus tetap memperhatikan hak anak untuk belajar, bermain, dan beristirahat secara seimbang,” tegas Nannie.

​Senada dengan hal itu, juri ajang tersebut, Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, turut menekankan pentingnya membangun mental pantang menyerah dan ketekunan pada anak. KOWANI menyoroti tiga poin utama pendampingan anak:

​Keseimbangan Waktu: Pengembangan minat bakat wajib menghormati hak anak untuk belajar, bermain, dan beristirahat secara proporsional.

​Resiliensi Mental: Anak perlu diajar memproses kegagalan, berani meminta bantuan saat kesulitan, dan dihargai setiap proses usahanya.

​Ruang Tumbuh yang Aman : Lingkungan keluarga dan komunitas harus menjadi tempat yang ramah, hangat, dan mendukung kebebasan berkreasi anak.

Benteng Digital: Cegah Cyberbullying dan Kebocoran Privasi

​Di tengah derasnya arus paparan media sosial pada anak usia dini, KOWANI secara khusus menyoroti urgensi pendampingan digital. Keluarga dan sekolah didorong hadir sebagai benteng utama dalam membimbing literasi teknologi anak.

​Ny. Nannie Hadi Tjahjanto, S.H. mendesak penguatan empat langkah perlindungan anak di dunia maya:

​Menjaga ketat privasi data pribadi dan foto anak agar tidak disalahgunakan.

​Melatih anak memilah informasi yang sehat dan bermanfaat.

​Menjauhkan anak dari paparan konten berbahaya dan eksploitasi.

​Membangun kepekaan anak untuk mengenali serta berani melawan perundungan siber (cyberbullying).

​”Penguatan fungsi keluarga dan perlindungan anak yang inklusif adalah fondasi utama mencetak generasi yang percaya diri, kreatif, berempati, dan mencintai budaya bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tuntas Nannie dalam keterangannya di Jakarta yang didapat Poskota Online, Senin (5/10/2026). (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *