oleh

Rahasia di Balik Keberhasilan Nabi Muhammad SAW yang Sangat Spektakuler

PARA AHLI sejarah dan sejahrawan belum mampu mengungkap rahasia di balik keberhasilan Baginda Nabi Muhammad SAW.; yang sangat gemilang dan spektakuler.

Dalam menstransformasikan Arab jahiliyah menjadi sebuah basis peradaban yang maju di bidang sosial, budaya, pendidikan, politik, ekonomi, hukum dan militer, hanya dalam kurun 23 tahun.

Keberhasilan umat Madinah membangun peradaban, yang menjadi percontohan bagi setiap umat manusia, bukan hanya mereka hanya karena rajin beribadah mahdlah.

Melainkan karena, dengan ritual-ritualnya itu mereka mampu menjadi pribadi-pribadi berintegritas, yang kemudian kepribadian tersebut ditransformasikan ke dalam kehidupan sosial dan membentuk kemandirian ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, dan keamanan.

Nabi Muhammad SAW melarang adanya pengangguran di Madinah, baik dalam bentuk lahan yang tidak digarap maupun warga yang berpangku tangan.

Beliau mendorong orang untuk bercocok tanam, mengembangkan pertanian, perternakan, dan dunia usaha lainnya.

Nabi mewajibkan mereka memiliki keahlian agar menjadi mentor bagi para pemula. Hasilnya terlihat pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf kesejahteraan hidup penduduk Madinah.

Wajar jika kemudian perkembangan tersebut memudahkan Baginda Nabi untuk mengajak para kepala suku-suku Arab di wilayah-wilayah yang strategis bagi pengembangan Madinah lebih lanjut.

Dukungan para kepala suku semakin memperkuat posisi Madinah. Dan lama-kelamaan mereka, yang tadinya hanya bergabung demi menikmati kesejahteraan hidup dan keamanan Madinah, malah merasakan nikmatnya menerapkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai Islam.

Mereka lantas memeluk Islam dengan sukarela. Nurani mereka bangkit dan merasakan sendiri bahwa menerapkan ajaran Islam itu ternyata untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Sejarah mencatat bahwa, meskipun Madinah mengalami pertumbuhan penduduk yang begitu pesat, namun tidak ada kejahatan maupun gangguan keamanan dari dalam-apalagi konflik-konflik sosial.

Tidak ada lembaga keamanan atau penegak hukum di sana bukan karena semua penduduk sudah menjadi malaikat, melainkan karena kebangkitan nurani mereka jauh lebih efektif untuk mengarahkan pribadi-pribadi kepada kebaikan dan mencegah kejahatan. [dikutip dari buku Mencintai Allah Secara Merdeka, 2020]

Menurut Dr. Muhammad Nursamad Kamba, “Demikian seharusnya umat Islam memberikan contoh dan keteladanan kepada segenap umat manusia dalam menunaikan risalah transformatif Islam.

Umat Islam masa kini harus mampu menjadi contoh bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya malah menjadi penghalang kemajuan.”

Masih pendapat Nursamad mengatakan bahwa,”Ormas-ormas agama harus segera berhenti menjejali pikiran umat dengan doktrin-doktrin yang mematikan nalar mereka.

Ormas justru harus menjadi fasilitator bagi umat untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah bagi kemajuan iptek.”

Dr. Kamba, juga menjelaskan dalam karyanya yang sama, “para pemegang otoritas keagamaan harus segera berhenti ‘menjual’ agama untuk kepentingan kekuasaan.” ungkapnya.

Sebaliknya, mereka harus menjadi pelopor pembebasan umat dari kesewenang-wenangan penguasa, agar mereka menikmati kemerdekaan yang akan mengefektifkan bakat dan potensi-potensinya, demi kemajuan umat secara keseluruhan.” dikutip dari Buku Saku Praktis Pejalan Maiyah.h.247/2020.

“Dan demikianlah Kami jadikan kalian umat terbaik sebagai percontohan bagi seluruh umat manusia atas keteladanan kepada Rasul.” [QS. Al-Baqarah: 143].

Wallahu A’lambishshawab.
Wassalam.

Aswan Nasution

– Penulis Almuni 79′ Al-Qismus A’ly Al Washliyah, Ismai’liyah, Medan.
– Alumni 83′ Fak. Syari’ah Universitas Islam Sumatera Utara [UISU] Medan.
– Pengurus Wilayah Al Washliyah Prov. Nusa Tenggara Barat [NTB] Priode 2019-2024.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *