oleh

Nabi Muhammad SAW Sebagai Brilliant Entrepreneur

KINI tidak terbantahkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah figur sukses paripurna seorang entrepreneur. Rahasia kesuksesan beliau sejernih air laut yang menampakkan pemandangan alam bawah laut yang luar biasa indah.

Kaum muslim atau siapa pun di dunia ini dapat bercermin kepada Beliau. Semua bahasan kebaikan dan kesuksesan seorang entrepreneur ada pada diri beliau.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab (33): 21).

Sukses entrepreneurship Nabi Muhammad SAW adalah sebuah proses yang bagi siapa pun dapat menjalankan dan mempraktekkannya.

Sukses tersebut memiliki orientasi luhur untuk dunia dan akhirat. Karena itu siapa pun menjalankannya, insya Allah mendapatkan keberuntungan yang berlipat ganda dari masa ke masa.

Nabi Muhammad SAW mengawali semuanya dari dirinya sendiri dari hal yang kecil, dan dari sat ini. Beliau mengetahui betul potensi dirinya, potensi ikhtiar, dan potensi waktu karena mendapatkan pendidikan langsung dari Allah SWT sebagai teladan bagi umat manusia.

Karena itu, bagi beliau, waktu terasa padat dengan aktivitas-tidak ada waktu untuk berleha-leha.

Hari-harinya dipenuhi dengan pembelajaran dan pemikiran-tidak ada masa berkhayal dan berobsesi yang tidak membumi. Semuanya berpijak pada realitas dunia dan kecenderungan manusia.

Rasulullah SAW bersabda: “Engkau akan menemukan seorang Mukmin itu bersungguh-sungguh pada apa yang mampu dilakukannya, dan bersedih atau apa yang tidak mampu dilakukannya.” (H.R. Ahmad).

Optimisme adalah salah satu emosi positif yang ditularkan Nabi Muhammad SAW dalam setiap aktivitas hariannya. Beliau telah meletakkan dasar pola pikir (mind set) yang gamblang sekaligus bermakna tentang kehidupan.

“Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi; Barang siapa yang hari ini lebih buruk daripada hari kemarin maka ia termasuk orang yang celaka; Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin ia termasuk orang yang beruntung.”

Karena itu, kaum Muslimin semestinya adalah entrepreneur, yaitu orang yang berusaha dan memperjuangkan sesuatu agar selalu menjadi lebih baik.

Teladan suksesnya telah ada pada diri Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda: “Kuatkanlah harapanmu dalam meraih apa-apa yang bermanfaat bagimu “ (HR. Muslim).

Sungguh menarik, ungkapan seorang cendekiawan Bambang Trim dalam karya bukunya berjudul Spritual Business Trilogy hal; 140, 2010. Mengatakan, “Kaum Muslim tidak semestinya mengembangkan emosi negatif, demotivasi, dan menyerah dalam perjuangan mencari kebahagiaan hidup.

Menggunakan dalil takdir atau nasib sehingga seorang Muslim jatuh pada kemiskinan serta kemelaratan bukanlah hal yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW pun tidak mencontohkan sikap serakah dan monopoli dalam berusaha sehingga merugikan orang lain.”

Lanjut Bambang menjelaskan, “Kompetisi bisnis ataupun usaha dan konteks entrepreneurship bukanlah memenangkan persaingan, melainkan memberdayakan persaingan sehingga menjadi kemitraan (networking) yang kuat dan saling membutuhkan.

Tidak tampak praktik bisnis Nabi Muhammad SAW yang merugikan orang lain, mengabaikan perasaan, ataupun menyepelekan orang lain.

Dengan demikian, bahwa Visi bisnis Nabi Muhammad SAW bukanlah menjadi nomor satu dalam segala hal, melainkan sebaik-baik manusia, yaitu yang paling bermanfaat untuk manusia yang lain, ungkap Bambang, Spritual Business Trilogy, 2010.

Wallahu A’lam Bishawab.

Aswan Nasution

* Penulis, Alumni 79′ Al-Qismul ‘Aly Al Washliyah, Ismai’liyah, Medan, Sumatera Utara.

* Alumni 83’ Fak. Syari’ah Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *