oleh

Keutamaan dan Kemuliaan Bersalawat Atas Nabi Muhammad SAW

ISLAM mewajibkan setiap muslim mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi akan cintanya terhadap harta, anak dan jiwanya sendiri. Maka tidaklah heran bila kaum muslimin seluruhnya mencintai Muhammad Nabi yang mulia ini demikian rupa. Kecintaan yang meresap ke seluruh jiwa dan perasaan mereka, yang menyebabkan mereka tak bosan-bosan menyebut namanya dan mengucapkan salawat dan salam kepadanya.

Bahkan Allah Swt. menyatakan dalam Kitab-Nya (al-Qur’an), bahwa Allah sendiri juga mengucapkan salawat (keredhaan-Nya) atasnya, begitu juga para Malaikat, lalu mewajibkan setiap muslim juga turut mengucapkan salawat atasnya. “Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari). Dalam hadits lain disebutkan, “Tidak beriman seorang kamu sehingga aku lebih dicintainya dari pada dirinya sendiri, hartanya dan anaknya.”

Alangkah agungnya pribadi Nabi ini sehingga Allah yang Maha Gagah dan Maha Besar bersalawat (memuliakan, memuji, mencintai) atasnya, begitu juga para Malaikat. Dan Allah memerintahkan manusia untuk bersalawat dan memberi salam kepadanya lalu mentaati dan mematuhi segala perintahnya dan menjauhi segala larangan-Nya. Bahkan dinyatakan Allah, bahwa tanda seorang mencintai akan Allah ialah bahwa orang itu harus mencintai Nabi yang mulia ini, dan harus mentaati-Nya. Dengan mencintai dan mengikuti petunjuk-Nya lah seorang muslim dapat mendekatkan diri dan mencintai akan Allah.

Ya, Allah memerintahkan untuk mencintai Rasul-Nya dan menjadikan kecintaan terhadap Rasul sebagai tanda keimanan. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugian nya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tungguh lah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah, 9:24).

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Telah datang kepadaku utusan Rabbku, lalu ia berkata: “Barang siapa di antara umatmu bersalawat untukmu sekali salawat, maka Allah Swt. mencatat sepuluh kebaikan baginya, menghapus daripadanya sepuluh keburukan, ditinggikan (kedudukannya) sebanyak sepuluh derajat, dan diberikan kepadanya hal yang serupa dengan kesemuanya itu.” (HR. Ahmad melalui Abu Thalhah).

Hadits ini menerangkan tentang keutamaan membaca salawat atas Nabi Saw. Barangsiapa yang membaca salawat atas Nabi Saw sekali salawat, maka ia akan mendapat empat macam pahala, yaitu : pertama, dituliskan baginya sepuluh amal kebaikan; kedua, sepuluh macam dosanya dihapus; ketiga, diangkatkan sepuluh derajat baginya; dan keempat, ia mendapat imbalan yang serupa dengan yang tersebut di atas.

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw telah bersabda, “Barangsiapa membaca salawat kepadaku sekali, maka Allah membalasnya dengan sepuluh kali salawat, dan menggugurkan sepuluh dosanya, serta mengangkat sepuluh derajat untuknya.” (HR. Bukhari).

Setiap kali bacaan salawat untuk Nabi Saw. akan dibalas dengan sepuluh kali lipat salawat, dan dihapus sepuluh kesalahan, serta diberikan sepuluh macam pahala.

Kemudian beliau juga telah bersabda, “Tiada seorang hamba pun dari umatku yang bersalawat untukku dengan hati yang tulus ikhlas, kecuali Allah Swt. membalas selawatnya itu sebanyak sepuluh kali lipat; dan Dia menuliskan untuknya sepuluh kebaikan, serta menghapuskan sepuluh dosanya berkat salawatnya itu.” (HR. Abu Na’im).

Barangsiapa yang mengucapkan satu kali salawat untuk Nabi Saw. dengan tulus ikhlas, maka Allah membalasnya dengan sepuluh kali lipat, yakni Allah melimpahkan rahmat kepadanya dan menuliskan baginya sepuluh pahala kebaikan, serta menghapuskan darinya sepuluh keburukan. Demikianlah keutamaan membaca salawat untuk Nabi Saw., pahalanya sangat besar.

Juga dalam hadits yang lain disebutkan bahwa bagi orang yang suka bersalawat kepada Nabi Saw, maka malaikat akan bersalawat kepada orang tersebut, sebagaimana beliau bersabda, “Tiada seorang hamba pun yang bersalawat kepadaku kecuali para malaikat akan bersalawat pula untuknya selagi ia bersalawat kepadaku, maka hendaknya seseorang hamba mengerjakannya baik sekali atau banyak.” (HR. Ahmad melalui Amir ibnu Rabi’ah).

Hadits ini menganjurkan kepada kita agar memperbanyak membaca salawat untuk Nabi Saw. karena sesungguhnya pahala salawat itu sangat besar. Selagi seorang hamba bersalawat untukku, maka para malaikat memohonkan ampunan buatnya. Salawat dari para malaikat, artinya permohonan ampun dari mereka untuk orang yang bersangkutan.

Dalam hadits yang senada Rasulullah Saw. bersabda, “Perbanyaklah membaca salawat untukku, karena sesungguhnya salawat kalian kepadaku merupakan ampunan bagi dosa-dosa kalian. Dan mintakanlah untukku derajat dan wasilah, karena sesungguhnya wasilahku di sisi Rabbku merupakan syafaat bagi kalian.” (HR. Ibnu Asakir melalui al-Hasan ibnu Ali r.a.).

Hadits ini juga menceritakan tentang keutamaan membaca salawat untuk Nabi Saw. Disebutkan bahwa barang siapa yang membaca salawat untuk Nabi Saw. dosanya diampuni; semakin banyak salawat yang dibacanya, maka semakin banyak pula dosa-dosanya yang diampuni.

Rasulullah shalallahu Alaihi Wasalam telah bersabda, “Semoga Allah menghinakan seseorang yang namaku disebut dihadapannya lalu ia tidak membaca shalawat untukku ….” (HR. Hakim). Dan dalam hadist lain Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang benar-benar kikir adalah seseorang yang namaku disebutkan dihadapannya tetapi dia tidak mau membaca salawat padaku.” (HR. Ahmad).

Orang yang benar-benar kikir ialah orang yang tidak mau membaca salawat untuk Nabi Saw. ketika nama beliau disebutkan di hadapannya, karena sikapnya itu bertentangan dengan perintah yang disebutkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS, Al-Ahzab, 33: 56.).

Salawat dari Allah Swt, artinya limpahan rahmat-Nya, dan salawat dari para malaikat ialah doa mereka buatnya, sedangkan salawat orang-orang mukmin ialah melalui shighat salawat seperti Allaahumma shalli Wasallim ‘ Alaih, yang artinya, “Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam-Mu kepadanya.”

Semoga kita memdawamkan (membiasakan) bersalawat atas Nabi Saw, agar kita mendapat keberkahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Wallahu A’lam bish Shawabi.

Drs.H. Karsidi Diningrat

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung
* Anggota PB Al Washliyah di Jakarta.
* Mantan Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *