oleh

Pedagang Menyoroti Kinerja Dirut Pasar Jaya yang Dinilai Kurang Profesional

POSKOTA.CO – Salah satu pendiri Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Drs H Asnawi, mengritisi kinerja Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin. Menurutnya iklim kerja pegawai Pasar Jaya menurun. Alasannya, mutu pelayanan kepada pedagang eksisting hanya kejar target retribusi.

Sorotan Asnawi yang juga sebagai pelaku usaha di Pasar Jaya di area Jakarta Selatan, karyawan baru tidak memiliki skill, karena tidak punya pengetahuan tentang pasar tradisional. Sekadar gambaran, Asmawi menyebut Perusahaan Daerah (PD) yang kini “ganti baju” bernama Perumda Pasar Jaya mengelola 153 pasar kurang profesional.

Dari jumlah itu, kondisi fisik bangunannya berkisar 57 persen tidak terawat dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan ada pasar yang baru dibangun dan diresmikan, kondisi pasarnya sepi. “Tidak ada pedagang eksisting yang mau berjualan di lokasi tempat usahanya, karena di dalamnya ada pasar,” ulasnya dengan nada sinis.

Arief

Sebagai bukti, lahan fasilitas umum (fasum) yang dibiayai oleh pedagang eksisting 100 persen lokasinya diperuntukan pengelola Pasar Jaya kepada pedagang kaki lima. “Adanya Jakgrosir dan Jakmart,” tambahnya, yang dalam temuan Inspektorat lelangnya berdasarkan penunjukan, tanpa sepengetahuan Gubernur DKI.

“Arief itu berangkat jadi dirut Perumda Pasar Jaya berlatar belakang mantan Direktur Pasar Modern di bawah naungan Aprindo,” urainya, mengulas Arief sebagai sosok yang tidak memgetahui seluk-beluk pasar tradisional.

Lagipula, Arief masuk menjadi dirut Perumda Pasar Jaya bersama Handaka, mantan ketum Aprindo. “Jadi satu paket,” tandasnya.

Buktinya, saat perubahan Perda Pasar Jaya diubah dengan Perda terbaru, banyak hal yang dihapus kebijakan yang menghilangkan hak pedagang eksisting.

Dia juga setuju soal imbauan Serikat Pegawai Pasar Jaya. “Imbauan itu sangat tepat, karena itu bukan bagian tugas kerja para karyawan dan pengelola pasar setingkat kepala pasar se-Jakarta,” ujarnya soal sikap Serikat Pegawai dalam pengerjaan pengepakan sembako sebagai bansos Pemda DKI ke warganya. (***)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *