KAUM muslimin sesungguhnya punya potensi yang luar biasa. Imannya adalah sumber kekuatan yang tiada banding.
Itu dibuktikan oleh generasi para Sahabat Nabi Saw dahulu. Tak butuh lama untuk menyaksikan demonstrasi keimanan yang begitu hebat. Hal itu menjadi puncak kejayaan peradaban manusia.
Inilah tugas kita semua, yang menyadari konsekuensi iman dan hidayah yang dimilikinya. Saatnya bangkit. Mengajak kaum Muslimin agar peduli dengan dakwah yang mencerahkan.
Mereka punya potensi kekuatan. Kemenangan itu juga sudah dijanjikan. Pasti dan sangat dekat, kata Allah Swt. “Nashrun minallahi wafathun qariib wa basysyiril mu’minin” [ pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat {waktunya}. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman] {QS. Ash-Shaff: 13}.
Berdayakan mereka. Utamanya generasi muda para pelanjut perjuangan. Penuhi hak pendidikannya sejak dini. Jangan biarkan asyik dengan kebodohan sendiri.
Tak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan sesama saudara seiman. Termasuk lembaga-lembaga pendidikan Islam yang menjamur mamun biayanya tak terjangkau oleh sebagian anak-anak yang ekonomi orang tuanya lemah.
Kini tiba masanya untuk memberi kontribusi seluas-luasnya. Apa pun itu. Karena setiap Muslim punya potensi dan kekuatan. Asal diniatkan untuk kebaikan dan manfaat buat umat.
Bagaimanapun, api harapan senantiasa harus dinyalakan. Niscaya pelan tapi pasti kepercayaan itu hadir dan kekuatan itu bisa dirakit kembali. Kita semua mesti mengambil peran dan tanggung jawab.
Berpartisipasi memikul beban umat, khususnya tanggung jawab pendidikan dan kesejahteraan anak-anak generasi pelanjut dakwah.
Kalangan dai dan juru dakwah, agar selalu mengingatkan kaum Muslimin, bahwa kita ini sedang berjuang dan masih akan terus berjuang. Pekerjaan keumatan ini belum selesai. Bahkan bisa jadi ke depan tantangan dan cobaannya kian besar dan berat.
Apalagi tanggung jawab umat Islam bukan hanya skala regional atau nasional. Namun ada amanah berupa khalifah untuk seluruh umat manusia [kaffatan linnas] dan rahmat bagi semesta alam [rahmatan lil ‘alamin].
Semoga setiap Muslim kembali menyadari tanggung jawab besar ini. Sekaligus mengakui kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki.
Tak ada yang bisa mengangkat pekerjaan besar ini kecuali bersandar dan memohon kekuatan kepada Zat Yang Menciptakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan.
Tugas manusia adalah berusaha secara maksimal. Jadilah pejuang tangguh yang tak henti bermujahadah dan berdo’a sepenuh hati. Senantiasa mohonlah pertolongan Allah dan bantuan-Nya, sebab tak ada daya dan upaya selain kekuatan-Nya.
Nashrun minallahi wa fahthun qariib wa basysyiril mu’minin. Wallahu a’lam bis showab.
{Sumber bacaan Hidayatullah 2021}
Aswan Nasution
Pengurus Wilayah Al-Jam’iyatul Washliyah Prov. Nusa Tenggara Barat [NTB].







Komentar