oleh

Kolonel Priyanto Pembuang Mayat 2 Sejoli Dituntut Hukuman Seumur Hidup

POSKOTA.CO-Kolonel Priyanto dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Oditur Militer terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Handi (17) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Selain itu, Kolonel Priyanto juga dituntut pidana tambahan dipecat dari satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.

Tuntutan itu dibacakan Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy saat membacakan tuntutan di Pengadilan Militer Tinggi II, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2022).

“Kami mohon agar Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, satu, menjatuhkan pidana terhadap Kolonel Priyanto dengan pidana pokok penjara seumur hidup dan pidana tambahan dipecat dari dinas kemiliteran TNI Angkatan Darat,” tegas Kolonel Sus Wirdel Boy.

Tintutan seumur hidup adanya hal-hal memberatkan dan meringankan dalam perjalanan kasus tersebut. Kolonel Priyanto dinilai bersikap berterus terang dalam persidangan, belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya yang membuat proses persidangan berjalan cepat.
“Yang memberatkan turut mengajak kedua anak buahnya,” ujar Wirdel.

Selain itu, Oditur Militer juga meminta kepada Pengadilan agar tetap melakukan penahanan terhadap Priyanto. Hal ini menyusul akan digelarnya sidang selanjutnya dengan agenda nota pembelaan yang digelar pada 10 Mei 2022.

Atas perbuatannya yang dinilai sadis, Priyanto dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP, 348 KUHP, Pasal 328 KUHP, Pasal 333 KUHP dan Pasal 181 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke1 KUHP.

Untuk diketahui, Kolonel inf Priyanto merupakan terdakwa atas kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Handi dan Salsabila di kawasan Nagreg, Jawa Barat pada 8 Desember 2021 silam. Kasus bermula ketika Kolonel Priyanto bersama dua bawahannya yakni Koptu Ahmad Sholeh dan Kopda Andreas Dwi Atmoko menabrak dua sejoli tersebut menggunakan Mobil Panther Isuzu.

Mengetahui ada korban yang ketabrak mobilnya, Priyanto bukannya menolong, malah berencana menghilangkan jejak korban dengan membuang korban di Sungai Serayu di Jawa Tengah. Belakangan diketahui Salsa dibuang ke sungai dalam kondisi meninggal dunia, sementara Handi sendiri masih dalam kondisi hidup.(omi/sir]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *