oleh

Mencegah Covid-19 Tak Cukup hanya Vaksin, Harus Tetap Disiplin Prokes

POSKOTA.CO – Vaksinasi Covid-19 memiliki manfaat lebih besar ketimbang risiko yang ditimbulkan. Mencegah penularan virus Corona tidak hanya cukup dengan vaksin, tapi harus disertai displin menjalankan protokol kesahatan 3M, yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan hindari kerumunan serta mencuci tangan pakai sabun dengan rutin.

Setelah divaksin, tetap ada kemungkinan terpapar Covid-19, namun reaksi dan gejalanya tidak akan parah. Melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin sangat ampuh mencegah penularan Covid-19.

Vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang menyasar pada tenaga kesehatan sudah mencapai lebih dari 70 persen. Selama pelaksanaan vaksinasi tidak ditemukan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang serius.

Pemerintah segera memulai vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang akan dilaksanakan pada minggu ketiga Februari 2021. Ditargetkan, pelaksanaannya dapat selesai pada Mei 2021 dengan total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai lebih dari 38 juta orang, terdiri dari 21 juta lansia dan hampir 17 juta petugas pelayanan publik.

Kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua adalah masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan tertular dan menularkan Covid-19. Kelompok ini terdiri dari guru, TNI dan Polri serta petugas keamanan.

Mereka memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan proses tracing untuk menurunkan laju penyebaran Covid-19. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan petugas transportasi publik dan pedagang pasar serta kelompok masyarakat lanjut usia (60 tahun ke atas).

Pelaksanaan vaksinasi tahap kedua dimulai dengan pemberian vaksinasi kepada para pedagang pasar yang akan berlangsung di Pasar Tanah Abang pada Rabu (17/2/2021). Dalam tahap awal ini, vaksinasi akan berlangsung selama enam hari dan menargetkan 55.000 orang pedagang pasar di Tanah Abang.

Diharapkan melindungi kelompok prioritas dengan vaksinasi akan efektif menurunkan laju penyebaran dan penularan virus, sekaligus mengurangi beban rumah sakit sehingga membantu tenaga kesehatan. Ini mempercepat proses terwujudnya Indonesia sehat dan disusul dengan pertumbuhan ekonomi.

Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Selasa (16/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +10.029, jumlah total 1.233.959 orang.
  • Pasien sembuh +7.609, jumlah total 1.039.674 orang.
  • Pasien meninggal +229, jumlah total 33.596 orang.

Sedang update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Selasa (16/2/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +1.861, jumlah total 319.293 orang.
  • Pasien meninggal +0, jumlah total 4.940 orang.
  • Pasien sembuh +30, jumlah total 295.653 orang.
  • Pasien dirawat +492, jumlah total 8.480 orang.
  • Isolasi mandiri +1.339, jumlah total 10.220 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, penambahan kasus positif dan pasien sembuh harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Harus memastikan prokes 3M atau memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dilaksanakan dengan displin yang tinggi serta memaksimalkan tindakan 3T atau testing, tracing dan treatment. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *