oleh

UHAMKA Targetkan Semua Dosen Penuhi Kualifikasi S3

POSKOTA.CO-Pembenahan sumber daya manusia (SDM) dosen menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (UHAMKA) untuk meningkatkan mutu dan kualitas lembaga. Hal itu disampaikan Rektor UHAMKA Prof Gunawan Suryoputro M.Hum pada media gathering bersama Forum Wartawan Pendidikan, Selasa (16/2/2021).

“Kami memacu dosen untuk memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S3,” kata Rektor.

Dari sekitar 600 dosen yang dimiliki UHAMKA saat ini, baru 24 persen yang sudah menyelesaikan S3 atau program doctor. Sedang 60 persen dosen masih S2.

“Mengapa masih cukup banyak S2, karena rekrutmen besar-besaran tenaga dosen baru kita lakukan 4 tahun lalu untuk memenuhi tuntutan rasio dosen dan mahasiswa,” tambah Rektor.

Targetnya ke depan, minimal 50 persen dosen harus sudah S3. Bagi dosen yang tidak segera menyesuaikan diri dalam kurun 10 tahun, maka UHAMKA terpaksa akan memberikan pensiun dini.

Menurut Rektor, kualitas SDM dosen menjadi bagian penting untuk membuat UHAMKA tetap menjadi kampus unggul dan menjadi perguruan tinggi pilihan masyarakat.

Diakui Rektor, saat ini animo masyarakat untuk belajar di UHAMKA  terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar calon mahasiswa baru yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2019 misalnya jumlah pendaftar tercatat sekitar 8000 peserta. Jumlah ini meningkat menjadi 10.500 peserta pada 2020. “Kami perkirakan tahun 2021 ini meningkat menjadi 15.000 orang,” tukas Rektor.

Menurut Rektor, tingginya animo masyarakat untuk mengirimkan putra-putrinya kuliah di UHAMKA bisa dimaklumi. Selain menjadi salah satu perguruan tinggi yang dikelola oleh Muhammadiyah, UHAMKA saat ini juga sudah mengantongi akreditasi unggul.

Beberapa program studi yang menjadi favorit adalah Pendidikan Kedokteran, Farmasi, Psikologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Indonesia.

Meski UHAMKA telah menjadi salah satu kampus favorit terutama di wilayah LLDIKTI III, Rektor menyebutkan berbagai upaya masih dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kualitas lembaga. Diantaranya adalah menjalin kerjasama baik antar perguruan tinggi maupun dengan dunia industri atau lembaga pemerintah.

Dengan perguruan tinggi, kerjasama dilakukan tidak hanya dengan perguruan tinggi dalam negeri tetapi juga perguruan tinggi asing dari berbagai negara seperti Jepang, China, Malaysia, Taiwan, Australia, Bulgaria, Korea, Inggris, dan lainnya. Bentuknya mulai dari pertukaran mahasiswa, kerjasama riset, pertukaran dosen, program dosen tamu, magang untuk mahasiswa, pengabdian pada masyarakat, dan lainnya. Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas UHAMKA.

Sebagai contoh bentuk kerjasama dengan universitas asing adalah program pertukaran mahasiswa dengan Asia University – Taiwan yang berlangsung Februari-Juni 2021. Juga joint riset dengan Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia.

Selain menjalin kerjasama dengan universitas asing dan dunia industri, secara internal UHAMKA juga terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas dosen maupun tenaga kependidikan. UHAMKA mengharuskan semua dosen memiliki strata pendidikan minimal S3.

“Saat ini dari sekitar 600 dosen yang kita miliki, 24 persen sudah doctor, sudah S3. Sedang yang 60 persen dosen masih S2 karena rekrutmen besar-besaran tenaga dosen baru dilakukan 4 tahun lalu,” jelas Rektor.

Sementara itu Wakil Rektor III Dr Lelly Qodariyah mengatakan selain aktif menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi lain dan dunia industri, UHAMKA juga memiliki banyak program beasiswa baik untuk mahasiswa kurang mampu maupun mahasiswa berprestasi. Jenis beasiswa tersebut antara lain beasiswa Lazismu UHAMKA, KIP, KJP, beasiswa Sang Surya, beasiswa dari Bank Muamalat dan lainnya.  Turut memberikan penjelasan Wakil Rektor I Prof. Dr. Abd. Rahman A. Ghani, SH., M.Pd dan Wakil Rektor IV Dr. H. Bunyamin, M.Pd. (*/fs)

 51 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *