oleh

Kota Depok Butuh 44 Relawan Pemulasaraan Korban Covid-19

POSKOTA.CO – Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Nas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan (Damkar) Kota Depok membuka kesempatan ke masyarakat untuk menjadi relawan pemulasaran korban Covid -19 dengan gaji Rp 1,5 juta/empat orang dalam satu tim relawan.

“Kami membuka kesepatan kepada masyarakat Kota Depok untuk menjadi relawan pemusalaran korban Covid -19 sebanyak 44 orang dengan gaji Rp 1,5 setiap tim sebanyak empat orang,” kata Kepala Damkra Kota Depok Gandara Budiana didampingi Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Damkar Depok, Denny Romulo Hutahuruk, usai simulasi pemulasaraan jenazah Covid-19 bagi relawan serta personel, di Markas Damkar Kota Depok, Jumat (16/10).

Pihaknya sangat kekurangan tenaga relawan pemusalaran setelah sebelumnya ada 35 relawan ternyata hingga kini tersisa 11 orang dan selebihnya mengundurkan diri. Maksimal petugas relawan pemusalaran korban Covid- 19 di Kota Depok sebanyak 44 orang yang seharusnya di setiap kecamatan memiliki empat orang relawan.

Menurut dia, hingga kini Kota depok melalui BPBD Damkar Depok hanya memiliki 11 orang relawan untuk membantu pemusalaran korban Covid -19 yang meninggal dunia. “Pihaknya memang merasa masih banyak kekurangan petugas relawan sehingga membuka kesempatan ke masyarakat yang mau menjadi relawan pemusalaran korban Covid -19,” tuturnya.

Ditambahkan, Kabid BPBD Damkar Depok, Denny Romulo, walaupun masih kekurangan relawan pemusalaran korban Covid -19 yang meninggal untuk warga Kota Depok namun pihaknya tetap melaksanakan tugas secara maksimal. “Semestinya yang ideal setiap kecamatan membutuhkan empat orang relawan pemusalaran korban Covid -19 atau idealnya 44 orang relawan di Kota Depok,” ujarnya.

Tenagan relawan pemusalaran tentunya diberikan peralatan yang menjadi keperluan utama. Seperti seragam APD, masker, satung tangan, latex, face shield, alat semprot, serta kain kafan saat bertugas pemusalaran korban Covid -19 yang meninggal dunia sebelum dimakamkan ini untuk menunjangan kinerja relawan, tuturnya walaupun diakui masih ada keluhan terkait kurangnya perlengkapan yang ada.

Untuk kegiatan simulasi pemulasaraan ini bentuk edukasi kepada petugas, agar mengetahui standar pemulasaraan jenazah Covid-19 yang baik dan benar sesuai dari protap Kemenkes, jadi kita harus paham dan kuasai, imbuhnya bekerjasa dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok hingga koordinator TPU Kalimulya, TPU Kalimulya 1, TPU Lamperes , serta TPU wilayah Tapos, Sawangan dan TPU Kampung Serab untuk melihat langsung kegiatan tersebut. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *