oleh

Mayat Perempuan Dalam Karung Plastik, Pelaku Cemburu Berujung Penjara

POSKOTA. CO – Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Siswo DC Tarigan mengatakan, pengungkapan kasus pembunuhan seorang perempuan yang mayatnya dalam kardus/karung plastik yang ditemukan di Kampung Pisang, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (9/2/2022) siang bermula dari adanya laporan Sherly (31).

Sherly yang tinggal di Perumahan Permata Bogor Residence, Cibinong, Kabupaten Bogor merupakan majikan dari korban.

Berdasarkan informasi inilah, mayat perempuan yang terbungkus kardus dan karung plastik dengan sejumlah luka di badan saat ditemukan diketahui identitasnya bernama Siti Nur Ikmah (25).

“Jadi awal saat ditemukan, korban tanpa identitas. Hasil penyelidikan, identitas korban diketahui. Kami lalu cari orang dekat korban. Dan hasilnya mengarah ke seseorang,”kata AKP Siswo Jumat (11/2/2022) siang di aula SS Polres Bogor.

Korban Siti Nur Ikmah (25) yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga ini berdasarkan data dirinya tercatat sebagai warga Dusun Kalibaros, RT 001/009, Desa/Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Sementara pelaku Ade Saputra (30), seorang buruh lepas yang tinggal di Jalan Pembangunan RT 03/05, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Ade Saputra yang sudah ditetapkan tersangka dari pemeriksaan, merupakan seorang residivis untuk kasus penganiayaan anak.

“Antara korban dan tersangka ada hubungan dekat. Motifnya crmburu,”kata AKP Siswo.

Peristiwa yang merengguk nyawa korban bermula pada Sabtu (5/2/2022) ketika korban pamit kepada Sherli, majikannya di Perumahan Permata Bogor Residence dengan tujuan menemui kakaknya di daerah Meruya, Jakarta.

“Korban sekitar pukul 13.00 WIB Sabtu siang meninggalkan komplek. Korban lalu dijemput seorang laki-laki dengan motor Honda CS1 Nopol B 6799 WVL didepan Alfamart komplek.

Pria ini tidak memakai helm namun memakai masker warna biru. Hasil pemeriksaan, pria yang menjemput korban ini diketahui bernama Ade Saputra.

Hasil pemeriksaan, tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara membekup wajahnya dengan bantal. Ironisnya, sebelum menghabisi nyawa kekasihnya ini, tersangka lebih dulu melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Lokasi tersangka menghabisi nyawa korban di rumah kostnya di Bogor Utara, Kota Bogor. Tersangka lalu membungkus jasad yang sudah dua hari ini dengan plastik dan memasukan ke dalam kardus, setelah niat awalnya menguburkan dalam kamar kost gagal.

Namun dalam perjalanan mencari tempat pembuangan, kardus berisi mayat terjatuh. Dikarenakan berat, tersangka lalu meninggalkan kardus berisi mayat di pinggir jalan hingga heboh karena ditemukan warga yang melintas.

Sherly, majikan korban yang hadir dalam jumpa pers menangis. Bagi Sherly, korban yang baru 3 bulan bekerja di rumahnya sebagai pengasuh anaknya, merupakan pribadi yang sangat baik.

“Anaknya sopan banget. Rajin dan jujur. Saya kehilangan karena dia wanita yang baik. Saya berharap, hukum atas pelaku setimpal dengan perbuatannya,”kata Sherly menangis.

Ia menambahkan sejak sejak korban bekerja, tinggal bersamanya. Korban tidak pulang, karena dirinya menyiapkan kamar buat pengasuh anaknya ini.

Namun tiga hari tidak pulang sejak pamit dengan alasan mau ke rumah kakaknya di Meruya, Jakarta, Sherly mulai curiga.

Selain membuat laporan orang hilang, dirinya juga melakukan komunikasi dengan pembantunya itu melalui WA sekitar pukul 15.47 WIB.

“Udah sampai Meruya?,”. Kemudian di balas korban sekitar pukul 15.49 WIB, “Udah bu. Barusan sampai. Pukul 15.50 WIB, korban WA lagi ke majikannya, Iya bu baru dijemput sama kakak saya,” kata Sherly mengutip percakapan dirinya dengan korban.

Sherly lalu kembali mengirim pesan WA ke korban pada hari Minggu (6/2/2022) sekitar pukul 10.14 WIB. Karena tidak ada balasan, Sherly lalu menelpon. Namun tidak ada respon. Penasaran, dirinya lalu menghubungi kakak korban di Meruya.

“Dari informasi saudara korban di Meruya Jakarta, bahwa korban tidak datang ke rumahnya, ia langsung lapor polisi Selasa (8/2/2022) sekitar pukul 18.30 WIB. Pada Rabu (9/2/2022) sekitar pukul 12.30 WIB ditemukan mayat korban di Cibinong,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Siswo menjelaskan, sesuai hasil otopsi di RS Polri Kramatjati, Jakarta, penyebab kematian akibat kekerasan benda tumpul pada mulut yang menyumbat jalan pernapasan sehingga membuat korban lemas dan meninggal dunia.

Pengakuan tersangka, awalnya ia mengajak korban ke kamar kost nya di Ciparigi, Bogor Utara, Kota Bogor.
Di dalam kamar kost, keduanya berhubungan badan layaknya suami istri. Usai melakukan hubungan badan, tersangka mengaku, langsung membekup mulut korban dengan bantal hingga tewas.

“Kami usai berhubungan badan lalu cek cok karena dia terus terima pesan WA yang mayoritas pengirimnya laki-laki. Saat habisin korban saat tidur terlentang. Saya tekan bantal ke mulutnya dengan dua tangan selama 10 menit. Kehabisan napas dan mati,” ujarnya.

Tersangka kepada penyidik mengaku, jasad kekasihnya yang sudah terbungkus plastik dalam kardus, lalu dibawa dengan motor sekitar pukul 19.00 WIB Selasa (8/2/2022) malam.

“Awalnya saya mau kubur dalam kamar kost. Tapi sulit gali lubang. Lalu saya niat bungkus buang ke sungai. Namun di jalan, jatuh. Mau angkat lagi berat. Akhirnya ditinggal,” ujar pelaku.

Diberitakan sebelumnya, guna mengungkap kasus ini, penyidik sudah meminta keterangan M Budul Ahyar (45), orang yang pertama membuka bungkusan dan Toay, yang membuka bungkusan sebagai saksi.

“Identitas mayat belum diketahui berjenis kelamin perempuan sudah dalam keadaan membusuk. Dugaan sudah lebih dari 2 hari meninggal dunia,”kata AKP Siswo.

Kasat Reskrim menuturkan, barang bukti yang di amankan berupa beberapa pakaian yang menjadi satu dengan mayat dalam bungkusan plastik warna hitam.

Kedua saksi warga RT 003/006 Kelurahan Karadengan, Kecamatan Cibinong ini mendapatkan bungkusan plastik besar berwarna hitam yang dilakban rapih dan tergeletak dipinggir jalan.

Penasaran dengan bungkusan kardus, dan untuk memastikan isi plastik tersebut yang awalnya dikira sampah, ternyata berbau busuk dan terdapat mayat perempuan yang sudah dalam keadaan membusuk bersatu dengan berbagai pakaian dan mukena serta seragam sekolah

“Begitu tau isi kardus mayat, kedua saksi menghubungi pengurus wilayah dan selanjutnya menghubungi pihak kepolisian,” tegas AKP Siswo. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *