oleh

Keluarga Komedian Betawi Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Anies

POSKOTA.CO – Keluarga almarhumah Mpok Nori menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang telah mengganti nama Jalan Bambu Apus di Jakarta Timur menjadi Jalan Mpok Nori. Pergantian nama jalan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar sekaligus bagi para pencinta kesenian Betawi.

Hal itu disampaikan Engkar Nori selaku perwakilan kekuarga besar komedian Betawi, Mpok Nori. “Atas nama keluarga kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Anies yang telah mengabadikan nama ibu kami menjadi nama jalan. Ini membuat kami merasa bangga, termasuk para pecinta seni Betawi sangat mendukungnya,” ujar Engkar di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Sebagaimana diketahui, pada Senin (20/6/2022). Gubernur Anies meresmikan penggunaan nama sejumlah tokoh Betawi menjadi nama jalan, gedung dan zona khusus di wilayah DKI Jakarta. Peresmian secara simbolis dilakukan di Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Terdapat 32 titik yang diganti nama, terdiri dari jalan, gedung dan zona khusus. “Keputusan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap tokoh Betawi,” ujar Anies.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana menambahkan, proses pengabadian tokoh Betawi dan Jakarta sebagai nama jalan dilaksanakan dengan mempertimbangkan nilai sejarah dan ketokohan nama yang diusulkan masyarakat melalui Forum Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi, serta tokoh-tokoh Betawi. “Terdapat 32 nama jalan, gedung, dan zona yang diubah secara serentak di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Dengan rincian 8 ruas jalan di Jakarta Pusat, 1 ruas jalan di Jakarta Utara, 2 ruas jalan di Jakarta Barat, 4 ruas jalan di Jakarta Selatan, 5 jalan di Jakarta Timur, 2 jalan di Kepulauan Seribu, 5 gedung di lima wilayah kota, dan 5 zona di Perkampungan Budaya Betawi Jakarta Selatan,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta juga telah mengantisipasi dampak perubahan nama jalan terhadap berbagai dokumen administrasi kependudukan, kepemilikan properti, dan kepemilikan kendaraan bermotor yang ada di masyarakat. Salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama pihak terkait, seperti Dirlantas Polda Metro Jaya, Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta.

“Pada masa mendatang, Pemprov DKI akan melanjutkan proses perubahan nama jalan pada ruas jalan-jalan yang memiliki bentang cukup panjang, sehingga semakin memudahkan dalam sistem pencarian alamat. Perubahan alamat tersebut direncanakan menggunakan nama para pahlawan/tokoh nasional sehingga ruas-ruas jalan di DKI Jakarta dapat menjadi ‘museum peradaban’ tidak hanya pada skala lokal, tapi juga pada skala nasional. Dengan perubahan tersebut, kami berharap Jakarta dapat menjadi simpul yang dapat mempererat dan mempersatukan seluruh warga Indonesia secara harmonis,” jelas Iwan.

Selain penggantian nama Jalan Mpok Nori, juga banyak tokoh Betawi lainnya dipakai untuk nama jalan. “Contohnya, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan diganti menjadi Jalan Tuty Alawiyah. Jalan Cikini VII, Jakarta Pusat juga diganti menjadi Jalan Tino Sidin yang merupakan seniman lukis kondang pada masanya. Dan masih banyak lagi pergantian nama lainnya, semua ada 32,” tandas Iwan. (*/eli)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.