oleh

Gubernur Anies Bersama LPSK Serahkan Kompensasi Korban Terorisme Masa Lalu

POSKOTA.CO – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), menghadiri acara penyerahan kompensasi bagi 46 korban tindak pidana terorisme masa lalu berlangsung di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/2/2022).

Gubernur Anies juga mengapresiasi atas peran LPSK yang telah menunaikan komitmen dan tanggung jawabnya berupa kompensasi kepada para korban terorisme tersebut.

“Kita mengapresiasi peran LPSK karena menuntaskan komitmen. Jadi, ketika mendengar rencana LPSK untuk menunaikan tanggung jawab itu, kami siap jadi fasilitator, dan hari ini tanggung jawab itu telah ditunaikan,” kata Gubernur Anies, dalam keterangannya, Selasa (22/2/2022).

Penyerahan kompensasi ini dilakukan Gubernur Anies bersama Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo, didampingi Wakil Ketua LPSK Livia Istania DF Iskandar, Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Pimpinan PT Pegadaian (Persero), serta Pimpinan Kantor Cabang Bank BNI Cipayung.

Gubernur Anies mengungkapkan, apresiasi atas peran LPSK yang telah menunaikan komitmen dan tanggung jawabnya berupa kompensasi kepada para korban terorisme tersebut.

Gubernur Anies mengatakan, sebesar apa pun jumlah kompensasi tersebut, tidak mungkin pernah bisa mengganti rasa duka kehilangan yang dihadapi oleh para korban. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solidaritas, sehingga DKI Jakarta ikut terlibat langsung dalam mendukung upaya dari LPSK ini.

“Sebagai contoh di Jakarta, siapa pun yang mengalami kekerasan apa pun, maka kita akan tangani 100 persen, kita biayai tanpa kita tanya status KTP, yang penting mereka warga Indonesia dan berada di Jakarta. Jika mengalami kekerasan, maka kami akan turun dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Di samping itu, Gubernur Anies menyatakan komitmennya dalam melindungi warga di Jakarta agar mendapatkan perlindungan oleh negara. “Melalui LPSK ini wujud ikhtiar kita untuk mencegah munculnya peristiwa-peristiwa baru. Kami ingin menyampaikan salam kepada keluarga yang tidak bisa hadir di sini. Kami di DKI menyatakan dukungan dan semoga kita bisa bangkit bersama-sama, karena negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada seluruh warganya,” pungkasnya.

Perlu diketahui, total jumlah kompensasi yang diserahkan kepada 46 korban yaitu senilai Rp7,43 miliar. Adapun ke-46 penerima itu merupakan korban langsung maupun ahli waris korban meninggal dunia, terdiri dari 9 ahli waris korban meninggal dunia, 11 korban luka berat, 23 korban luka sedang, dan 3 korban luka ringan. Mereka merupakan korban dari peristiwa terorisme Bom Bali I dan Bom Bali II, peristiwa terorisme di Kedubes Australia, peristiwa terorisme di Gebang Rejo Poso, peristiwa bom Kampung Melayu, peristiwa bom JW Marriot, peristiwa penyerangan dengan senjata tajam di Masjid Falatehan, peristiwa penembakan anggota Polri Lawanga Poso, peristiwa bom Thamrin, peristiwa baku tembak kelompok Noordin M Top di Surakarta, peristiwa terorisme di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo, dan peristiwa bom buku Utan Kayu. (*/miv)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *