oleh

Kadinkes Jayapura: Papua Butuh Pelayanan Kesehatan Terbang dan Terapung

POSKOTA.CO – Kondisi geografis tanah Papua yang begitu luas dan masih sulit dijangkau menggunakan transportasi jalan darat tentunya sangat membutuhkan serta mendesak pelayanan kesehatan secara maksimal sehingga kerap masalah kesehatan masyarakat Papua tertinggal jauh dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

“Untuk itulah pemerintah pusat melalui dana otonomi khusus (otsus) kesehatan perlu memikirkan dan menyiapkan prasarana maupun sarana penunjang kesehatan yang memadai paling tidak menyiapkan pelayanan kesehatan terbang maupun terapung guna memberikan pelayanan kesehatan maksimal ke masyarakat Papua,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura Khairul Lie dalam diskusi Moya Discussion Group: “Pembangunan Kesehatan di Papua Melalui Dana Otsus” melalui virtual, Sabtu (21/11/2020).

Implementasi dana otsus Papua dalam sektor pendidikan mendapatkan alokasi anggaran 15 persen termasuk pelayanan kesehatan dasar, rujukan, pencegahan dan pemberantasan penyakit, perbaikan gizi masyarakat, pembinaan kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan dalam situasi bencana.

Menurut Khairul, dana otsus Papua rata-rata membiayai 9-12 program yang mencakup 21-26 kegiatan setiap tahunnya. Dan tahun 2020 karena ada rencana kegiatan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX maka dana tersebut ada pengurangan anggaran hingga 50 persen, sehingga hanya dapat membiayai 3 program dan 5 kegiatan.

“Dana yang seharusnya mencapai Rp103 miliar untuk otsus Papua bidang pendidikan dan kesehatan untuk tahun 2020 hanya sekitar Rp46 miliar saja,” katanya.

Kehadiran atau keberadaan pelayanan kesehatan terbang maupun terapung tentunya diharapkan dapat menjangkau wilayah terpencil di Papua berupa mobile klinik udara, darat dan terapung serta pelayanan mobile spesialis. Termasuk pelayanan program kampung siaga, rumah tunggu bagi orang melahirkan bisa menginap.

Menurut Kadinkes Khairul, kondisi medan yang sulit, sarana transportasi menggunakan helikopter untuk memberikan pelayanan kesehatan teemasuk program mengirimkan tenaga kesehatan di tempat yang sulit dan menginap 21 hari, program air jernih dan sanitasi untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat pelosok Papua tidak membuang air disembarang tempat guna menjaga kesehatan masyarakat Papua. Dengan adanya dana otsus Papua berdampak bagi masyarakat Papua mendapatkan obat-obatan gratis seperti. HIV AIDS, filariasis, malaria, diabetes, vitamin C dan lainnya termasuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.

“Secara pribadi, saya mengajak seluruh elemen masyarakat agar memperhatikan Papua karena di pelosok Papua masih ada warga yang tidak mengenakan pakaian,” tuturnya yang menambahkan, dirinya lahir dan besar di Papua, mari kita perhatikan orang Papua serta siap mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat Papua. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *