TIMIKA – Minggu (5/7) menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh 23 prajurit TNI di Timika, Papua Tengah. Di tengah dingin dan beratnya medan tugas, dedikasi, keberanian, serta loyalitas tanpa batas mereka menjaga tegaknya kedaulatan NKRI akhirnya membuahkan penghargaan tertinggi dari negara.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, didampingi Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, secara langsung menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada para ksatria bangsa tersebut di Markas Yonif 754/ENK. Penganugerahan ini bentuk pengakuan mendalam atas tetesan keringat dan pertaruhan nyawa demi ibu pertiwi.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa negara tidak pernah menutup mata atas pengabdian terbaik yang diberikan oleh para prajuritnya di garis depan,” tegas Jenderal Agus Subiyanto.
Tak hanya membawa kabar bahagia bagi para prajurit, kunjungan kerja ini juga menandai babak baru modernisasi pertahanan di wilayah timur Indonesia. Panglima TNI bersama Menhan meresmikan Gedung Centralized di Yonif 754/ENK. Gedung ini dirancang sebagai pusat komando dan administrasi modern guna memastikan kesiapan operasional satuan bergerak lebih cepat dan dinamis.
Usai agenda di Yonif 754/ENK, Panglima TNI, Wakil Panglima TNI, dan Menhan langsung bergerak meninjau Markas Komando Kogabwilhan III di Gedung Mile 32. Di sana, mereka mengevaluasi langsung rencana pembangunan infrastruktur pertahanan lanjutan.
Kunjungan ini menjadi potret kuat sinergi antara TNI dan Kementerian Pertahanan. Bukan hanya soal membangun gedung, tetapi tentang menyuntikkan semangat baru, memanusiakan prajurit, dan memperkokoh postur pertahanan negara langsung dari tanah Papua.
Dengan fasilitas yang semakin mumpuni dan moral prajurit yang melesat tinggi, benteng pertahanan Indonesia di ufuk timur kini berdiri jauh lebih kokoh, siap menjaga setiap jengkal kedaulatan tempat matahari terbit lebih awal. (aga/fs)







Komentar