oleh

JPU Tuntut Enam Tahun Penjara Terdakwa Pembunuh Pelajar saat Tawuran

POSKOTA.CO – Terdakwa F,16, pelaku penusukan terhadap korban MA, 16, warga Depok saat terjadi aksi tawuran antar pelajar di Lembah Gurame Jl. Raya Mangga, Perumnas Depok Satu, dituntut enam tahun kurungan penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Pelaku, F, yang masih pelajar dan dibawah umur dinyatakan terbukti bersalah melanggar ketentuan hukum sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menghilangkan nyawa orang lain dengan senjata tajam, kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga Jaksa Bidang Intelejen kwjaksaan Negeri Depok, Alfa Dera dan Faisal Anwar dalam sidang di PN Depok, Rabu (4/11).

Pelaku adalah salah satu pelaku tawuran pelajar yang beberapa waktu lalu terjadi di Lembah Gurame Jl. Mangga Raya, Perumnas Depok Satu dan Penyidik Kepolisian Polsek Metro Pancoran Mas telah menetapkan dua anak menjadi tersangka dalam peristiwa tersebut.

“Sebelum berkas anak pelaku kami tingkatkan ke penuntutan, terlebih dahulu diteliti oleh Jaksa Peneliti. Sementara anak pelaku lainnya yang berinisial B (16), saat ini masih dilengkapi oleh Penyidik atas petunjuk dari Jaksa Peneliti,” kata Alfa Dera yang menambahkan pihak JPU sendiri dalam persidangan tersebut juga menghadirkan lima saksi diantaranya, orang tua anak korban dan empat anak saksi.

Pihak JPU menambahkan, barang bukti yang dihadirkan di persidangan diantaranya, berupa handphone yang di dalamnya terdapat video berisi rekaman gambar anak pelaku sedang membawa sajam jenis celurit sambil mengejar anak korban.

Bahwa berdasarkan Visum Et Repertum Nomor : R/006/SK.B/X/2020/IKF tanggal 14 Oktober 2020 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara TK.I R. Said Sukanto, yang diperiksa dan ditandatangani oleh dr. Farah P. Kaurow, SpFM dan dr. Arif Wahyono, SpFM selaku dokter yang memeriksa, telah melakukan pemeriksaan terhadap anak dengan kesimpulan yaitu, telah dilakukan pemeriksaan terhadap seorang jenazah anak laki-laki berusia enam belas tahun. Pada pemeriksaan ditemukan luka terbuka pada leher sisi kanan dan terpotongnya otot-otot leher sisi kanan, pembuluh nadi utama leher sisi kanan, kelenjar gondok bagian kanan dan sebagian tulang selangka kanan akibat kekerasan tajam, serta darah dalam rongga dada kanan serta organ-organ dalam yang pucat. Selain itu, ditemukan luka-luka lecet pada punggung akibat kekerasan tumpul, katanya.

Sementara, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menghimbau kepada seluruh pelajar, khususnya di Kota Depok agar jangan terprovokasi atas isu-isu yang belum diketahui kebenarannya.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, para pelajar diharapkan lebih banyak beraktivitas di rumah dengan cara giat belajar dan rajin ibadah supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi tawuran di Taman Gurame, Jl. Mangga Raya, Perumnas Depok Satu terjadi Kamis (1/10) dan menewaskan satu pelajar yaitu MA akibat luka sabetan senjata tajam di punggung dan bagian kepala belakang hingga tersungkur di pinggir Jl. Mangga Raya, Perumnas Depok Satu. Setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan Polres Metro Depok berhasil mengamankan delapan pelajar pelaku tawuran kemudian dilanjutkan berkasnya ke kejaksaan untuk diajukan ke PN Depok. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *