oleh

Eksepsi Ditolak Hakim, PN Cibinong Lanjutkan Sidang Fikri Salim dan Rina Yuliana

POSKOTA.CO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, Jawa Barat memutuskan melanjutkan sidang perkara No 601/2020 kasus penipuan, penggelapan dan TPPU dengan terdakwa Fikri Salim alias Kiki.

Begitu isi putusan sela Ketua Majelis Hakim Irfanudin atas eksepsi (keberatan) kuasa hukum Fikri Salim di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (2/11/2020). Majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk meneruskan persidangan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada persidangan, Senin (9/11/2020). “JPU saya minta membawa saksi saksi pada sidang selanjutnya,” tegas Irfanudin.

Keputusan sela yang dibaca bergantian oleh majelis hakim juga menyebutkan, dakwaan JPU atas perkara Fikri Salim ini telah memenuhi unsur pidana sesuai dengan UU KUHP karena telah disusun secara cermat dan teliti. Sebab, dalam dakwaan JPU telah menyebutkan waktu tempat kejadian tindak pidana yang dilakukan terdakwa Fikri Salim.

Atas putusan majelis hakim secara otomatis nota keberatan yang sebelumnya diajukan kuasa hukum terdakwa dianggap tidak bisa diterima. Pada sidang eksepsi, kuasa hukum Fikri Salim, Jatinus Manulang SH menyatakan bahwa dakwaan JPU tidak cermat dan teliti sesuai dengan Pasal 156 KUHAP.

Jatinus menyebut, dalam dakwaan JPU tidak menyebut secara jelas tempat dan waktu kejadian perkara. Selain itu, Jatinus juga menyebut PN Cibinong tidak bisa melanjutkan perkara penipuan penggelapan dan TPPU itu.

Alasanya dalam dakwaan JPU seluruh kejadiannya dilakukan di wilayah Jakarta. Namun majelis hakim berpendapat, lokus perkara yang dilakukan oleh terdakwa Fikri Salim dilakukan di wilayah Bogor sehingga majelis hakim menolak nota keberatan kuasa hukum terdakwa.

Sementara itu, putusan sela dalam kasus No 600/2020 dengan terdakwa Rina Yuliana dalam eksepsi yang diajukan kuasa hukumnya Yose Priyono SH juga ditolak majelis hakim. Terdakwa Rina Yuliani didakwa secara bersama-sama dengan Fikri Salin melakukan tindak pidana menipu dan TPPU. Rina dan Fikri Salim diduga menilap uang PT JMC sebesar Rp677 juta untuk pembangunan rumah sakit di Cisarua, Kabupaten Bogor. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *