BOGOR – Ketegangan pecah di kawasan Kampung Cihanjawar, tepatnya di Vila Batu Tua, Desa Sukagali, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (20/1/2026). Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibinong yang dipimpin oleh Irvan dan Roedi menuai protes keras dari ahli waris. Kedua belah pihak bertahan pada argumennya.
Situasi memanas ketika juru sita membacakan amar putusan eksekusi, yang langsung mendapat reaksi dari ahli waris yang berjaga di depan vila. Pihak termohon eksekusi (ahli waris pemilik Vila Batu Tua) protes, karena adanya kejanggalan dalam peralihan hak atas lahan dan bangunan tersebut.
Jovi Pelokilla, perwakilan ahli waris langsung menyampaikan interupsi dan protes, saat proses eksekusi berlangsung. Menurut Jovi, pemohon eksekusi mendapatkan sertifikat melalui lelang, sedangkan pemilik lahan dan vila tidak pernah melakukan pinjaman pada Bank Pikko.
Kejanggalan lain, bagaimana bisa Indrawati, pemilik sertifikat telah meninggal pada tanggal 11 Maret 2003, bisa melakukan pinjaman ke bank. “Kami sebagai ahli waris heran, tiba-tiba ada pemasangan hak tanggungan pada tanggal 4 Agustus 2003. Hal yang aneh mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa mengajukan pinjaman pada bank,” kata Jovi, Selasa (20/1/2026), di lokasi.
Bagi Jovi, terdapat sejumlah kejanggalan administratif dalam proses eksekusi ini. Para ahli waris, menurut Jovi, tidak melawan hukum atau melawan aparat kepolisian yang berjaga, akan tetapi mempertahankan hak yang dimanipulasi oleh orang lain, demi menguasai aset tersebut.
Anak ahli waris bernama Hendri setiap hari menjaga Vila Batu Tua yang berdiri diatas lahan seluas 7390 meter persegi, juga dibuat kaget dengan kedatangan tim eksekusi dan personel polisi dari Polres Bogor dan Polsek Megamendung yang lengkap dengan tameng. Para ahli waris menduga, hal ini dilakukan agar seolah-olah lahan tersebut memiliki riwayat kepemilikan yang sah.
Kapolsek Megendung AKP Yulita yang memimpin personel polisi di lokasi eksekusi, ia tak memberi jawaban atau pernyataan ke media. Bahkan ketika ahli waris memintanya ke depan untuk berbicara, ia memilih diam dan berada di tengah barisan personel Polri bertameng. (*/yopy)







Komentar