oleh

Dana Nasabah Rp45 Miliar Hilang di Bank, Dilaporkan ke Bareskrim Polri

POSKOTA.CO-Penggelapan dana nasabah di satu bank plat merah kembali terjadi. Kali ini dugaan kasus penggelapan dana nasabah terjadi di Kantor Cabang bank terkemuka di Makassar yaitu Cabang Makassar, Cabang Mattoangin, Cabang Pettarani dan KK Sam Ratulangi.

Kasus penggelapan dana nasabah ini ditangani Bareskrim Polri. Pada 2 September 2021 kasus ini juga telah dilaporan Polisi – LP/B/222/IX/2021/SPKT Polda Sulsel tentang dugaan kejahatan yang dilakukan oleh manajeman bank. Sebelumnya pihak bank tersebut juga melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri dengan Laporan polisi di Mabes Polri LP/B/0221/IV/2021/Bareskrim pada tanggal 1 April 2021.

Dana nasabah yang hilang di bank tersebut sebesar Rp45 miliar milik pengusaha asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Idris Manggabarani. Hilangnya dana nasabah tersebut terjadi pada bulan Februari 2021 lalu.

Menurut kuasa hukum Andi Idris Manggabarani, Syamsul Kamar, dugaan kasus penggelapan dana ini baru diungkap sekarang setelah manajemen bank di Makassar tidak sanggup mengembalikan dana nasabah. Bahkan tidak ditemukannya solusi atau penyelesaian dalam mediasi yang dilakukan pihak bank.

“Sebelum ditangani pihak kepolisian, klien kami telah meminta penjelasan dan konfirmasi pihak Manajemen Bank *** Makassar terkait hilangnya dana itu. Namun pihak *** Wilayah 07 Makassar tidak bisa menjelaskan kemana aliran dana tersebut,” kata Syamsul Kamar kuasa hukum nasabah, Jumat (10/9/2021).

Berdasarkan pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri, manajemen bank diduga membuat rekening rekayasa alias bodong dan melakukan pelanggaran SOP serta kejahatan perbankan sehingga merugikan Nasabah.

Kasus ini bermula dari kesulitan nasabah mencairkan deposito miliknya pada bank tersebut untuk keperluan bisnis. Namun pihak bank tidak bisa mencairkan sepenuhnya dana tersebut.

Pihak bank berdalih bilyet deposito yang dipegang oleh nasabah tidak terdaftar dalam sistem. Namun dari proses penyidikan Bareskrim Mabes Polri, dana nasabah diduga masuk ke dalam sistem rekening rekayasa atau bodong.

Kuasa hukum nasabah menjelaskan, proses pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri terungkap bahwa telah terjadi pembobolan dana nasabah bank Cabang Makassar yang awalnya berkeinginan menempatkan dana dalam bentuk deposito. Tetapi faktanya dana yang ada dalam tabungan dipindahkan ke rekening bodong menggunakan nama perusahaan, anak dan karyawan.

Uang nasabah transaksinya dikendalikan oleh manajemen Bank *** tanpa konfirmasi dan persetujuan Andi Idris Manggabarani sebagai pemilik rekening. Adanya dugaan rekening bodong baru diketahui oleh nasabah setelah dilakukan pemeriksaan dari pihak kepolisian pada tanggal 18 Agustus 2021,” kata Syamsul Kamar.

Dijelaskan, dalam pembuatan rekening baru (rekayasa/bodong), manajemen bank tersebut diduga telah melanggar SOP (Standard Operating Procedure) pembuatan rekening bank. Menurutnya tindakan tersebut melibatkan beberapa pihak dan membutuhkan persetujuan berjenjang (manajemen) sehingga pelanggaran prosedur ini dilakukan terstruktur dan sistematis.(omi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *