DEPOK – Jajaran Polres Metro Depok telah memeriksa sekitar sepuluh orang saksi atas meninggalnya warga Medan yaitu Ella Nanda Sari H, 30, setelah melakukan sedot lemak di Klinik WSJ Beauty Beji, Kota Depok.
“Sudah sepuluh orang saksi yang dimintain keterangan terkait tewasnya Ella Nanda Sari setelah sedot lemak di Klinik WSJ Beauty Beji,” kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Arya Pradana kepada wartawan, Rabu (31/9).
Mereka yang telah diminta keterangan antara lain dokter yang menangani sedot lemak, dokter yang mendampingi, dokter yang menerima korban di rumah sakit setelah dilarikan dari klinik, warga, dan pengurus RT setempat, hingga keluarga korban.
Menurut dia, dokter Apronso Hutagalung yang menangani Ella melakukan sedot lemak hanya dokter umum, bukan dokter spesialis. Namun A pernah mengikuti pelatihan untuk melakukan sedot lemat tapi tidak memiliki izin praktek untuk itu.
Bahkan, imbuh dia, informasi dari pihak Dinas Kesehatan Kota Depok mengatakan bahwa klinik WSJ Beauty Depok itu hanya memiliki izin untuk klinik pratama. “Klinik pratama ini hanya bisa melakukan tindakan medis dasar, jadi bukan tindakan medis yang tingkat lanjutan,” kata Arya sambil menambahkan hari ini pihaknya akan memanggil Dinkes Kota Depok terkait masalah perizinan yang berlaku.
Kasus tewasnya Ella Nanda Sari, warga Medan sempat viral di media sosial setelah sang kakak almarhumah yaitu Okta Hasibuan menceritakan kronologis kejadian mulai berangkat dari Kulanamu, Medan hingga tiba di Jakarta 22 Juli 2024, pada siang untuk tindakan operasi di klinik WSJ Beauty Depok.
Kemudian dijemput dari Bandara Soeta menuju klinik WSJ Beauty Beji sesampainya di klinik sekitar Pk.13:00 melakukan tindak operasi penyedotan lemak. Namun setelah itu hilang kontak dan mendapatkan kabar dari Fani teman adiknya Ella menyatakan bahwa Ella meninggal dunia di RS Bunda Jalan Margonda Raya.
Teman almarhumah yaitu Fani sendiri sebetulnya tidak sengaja menelepon Ella namun yang menjawab telepon adalah sopir yang menjemput korban di Bandara Soekarno Hatta dan mengatakan bahwa Fani meninggal dunia di RS Bunda.
Karena Fani tidak percaya minta driver itu melakukan video call untuk memastikan sahabatnya itu meninggal dunia dan ternyata betul. Kasusnya kini tengah ditangani Polres Depok untuk ditindaklanjuti. (anton)
teks foto: kapolres Metro Depok Kombes Pol. Arya Pradana.







Komentar