oleh

95 Persen Penyebab Kebakaran dari Korsleting Listrik, Wagub Rano Imbau Warga Jakarta Rawat Kabel di Rumah

JAKARTA – Sekitar 95 persen penyebab kebakaran di Jakarta berasal dari korsleting listrik. Pasalnya, banyak warga di rumah yang abaikan sambungan colokan kabel bertumpuk-tumpuk sehingga menimbulkan panas lalu keluar api dan melalap benda di sekitarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengimbau warga untuk lebih hati-hati memperlakukan perangkat kelistrikan di rumah masing-masing. Apalagi saat ini sedang masuk puncak musim kemarau yang sangat panas sehingga meningkatkan kerawanan kebakaran.

“Warga harus lebih waspada menggunakan listrik di rumah. Jangan terlalu banyak sambungan colokan pada tiap stop kontak karena masing-masing ada kapasitas tersendiri. Kalau stop kontak terlalu banyak beban bisa terjadi korsleting listrik. Kasus pencurian listrik maupun kondisi kabel utama yang sudah terlalu tua, juga sering terjadi hubungan arus pendek,” kata Rano pada rangkaian acara sosialisasi bahaya kebakaran di Jakarta, Selasa (1/9).

Sekali lagi Rano mengingatkan warga untuk berhati-hati dan mewaspadai penggunaan instalasi listrik agar tidak memicu kebakaran. “Hampir 95 persen kebakaran dipicu korsleting listrik. Ini temuan data yang sangat memprihatinkan dan butuh perhatian semua pihak,” tandas Rano.

“Penyebab kebakaran hampir 95 persen karena korsleting listrik, terutama di kawasan padat penduduk yang mana bangunan rumah saling berdempetan sehingga api dengan cepat menjalar kemana-mana. Kondisi ini artinya kembali kepada masyarakat sendiri, tolong lihat lagi jaringan listrik,” imbaunya.

Diungkapkan Rano bahwa selama ini masih banyak warga yang belum awas terhadap potensi kebakaran dipicu instalasi dan alat listrik.  “Contohnya, satu instalasi saklar listrik dalam rumah kerap dimanfaatkan untuk berbagai peralatan listrik secara bertumpuk-tumpuk,” beber Rano.

Sebagai upaya mitigasi di musim kemarau, jajaran Pemprov DKI menggencarkan sosialisasi bahaya kebakaran dan upaya penanggulangan, serta melakukan mitigasi dengan membagikan alat pemadam api ringan (APAR) ke setiap RW. “Mari kita sama-sama, antara pemerintah daerah dan masyarakat. Ayo kita jaga Jakarta dalam segala aspek demi kenyamanan bersama,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *