JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa Pemprov DKI bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya berkomitmen memberantas praktik premanisme berkedok tukang parkir. Siapapun yang terbukti melakukan pemerasan terhadap pengendara, apalagi jadi viral, dipastikan kena tindakan tegas.
Rano menyesalkan ulah oknum juru parkir (jukir) di kawasan Pasar Tanah Abang yang nekat memalak sejumlah pengendara mobil mulai dari Rp 60 ribu sampai ratusan ribu rupiah untuk sekali parkir. “Perbuatan mereka sangat meresahkan masyarakat. Mereka seenaknya menerapkan tarif parkir seperti pasar miliknya sendiri,” ujar Rano kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/2).
Dia sangat mendukung inisiatif masyarakat yang memvideokan aksi pemalakan sehingga menjadi viral. “Masyarakat harus berani menginformasikan tentang berbagai pelanggaran yang terjadi di sekitar kita,” tandas Rano menanggapi maraknya pemalakan berkedok parkir di sejumlah pusat keramaian di Jakarta menjelang Ramadan.
Sebagaimana diketahui, video viral menunjukkan aksi pemerasan terhadap sejumlah pengendara di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin lalu. Tak lama kemudian, Polsek Metro Gambir mengejar pelaku sekaligus menggelar razia preman di kawasan itu. Sedikitnya delapan lelaki, termasuk di pemalak parkiran diamankan polisi dan ditahan di polsek.
Rano menegaskan Pemprov DKI Jakarta telah menindaklanjuti kasus viral di media sosial terkait juru parkir (jukir) di Tanah Abang yang melakukan pungutan liar hingga meresahkan. Tidak hanya melibatkan Satpol PP, penindakan jukir tersebut juga melibatkan unsur TNI dan Kepolisian. “Satpol PP, polisi dan teman-teman dari TNI sudah turun. Kemudian kita juga ada Satpol PP khusus pariwisata, sudah turun,” tegasnya.
Rano menilai, kondisi demikian sudah menjadi kebiasaan oknum yang berupaya mencari keuntungan menjelang hari-hari besar. “Karena itu, Pemprov DKI bersama kepolisian dan TNI telah menindaklanjuti kasus ini dengan mengamankan pelaku dan melakukan pembinaan,” ungkapnya.
Rano menegaskan, pihaknya tidak memberikan toleransi bagi pelanggar aturan, termasuk pelaku juru parkir liar di Tanah Abang. Apalagi yang bersangkutan melakukan pungli dengan nominal cukup besar dan kasusnya meresahkan masyarakat. “Saya telah meminta jajaran untuk meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak berulang. Berbagai upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat memastikan situasi di kawasan Tanah Abang lebih aman, tertib dan nyaman,” jelasnya.
Menurutnya razia dan pengawasan, tidak hanya dilakukan di kawasan Pasar Tanah Abang, melainkan juga meliputi sejumlah pusat keramaian yang identik dengan kegiatan perparkiran, termasuk menindak oknum aparat yang mendukung aksi pemalakan. Petugas juga bergerak dikawasan Blok M, Kelapa Gading, Pluit, Jatinegara, dan lainnya.
“Artinya jukir-jukir itu terus dibenahi. Mereka yang nakal kita amankan untuk dibina. Mudah-mudahan suasana Ramadan dan seterusnya tidak ada lagi pemalakan,” pungkasnya. (jo)







Komentar