LAMPUNG SELATAN – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung mengungkap 12 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Pengungkapan dilakukan dalam rangka Program Asta Cita Presiden RI, yang berlangsung sejak 21 Oktober hingga 19 November 2024.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik menjelaskan, total 15 tersangka berhasil diamankan. “Sebanyak tiga pekerja migran ilegal telah diberangkatkan ke luar negeri, yakni Malaysia dan Jepang. Selain itu, 11 korban lainnya dipaksa bekerja sebagai pekerja seks komersial,” ujar Umi, saat konferensi pers yang digelar Sabtu (23/11/ 2024) di Mapolda Lampung, yang dilansir media ini.
Dalam keterangannya, Kombes Umi Fadillah Astutik mengungkapkan, modus operandi pelaku melibatkan pemalsuan dokumen dan janji pekerjaan palsu. “Para korban dijebak dengan iming-iming pekerjaan layak, namun justru dieksploitasi secara tidak manusiawi,” lanjutnya.
Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Polda Lampung dalam memerangi perdagangan manusia. “Kami terus memperkuat pengawasan dan sinergi dengan pihak terkait untuk memutus rantai kejahatan ini,” tegas Umi.
Umi juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran pekerjaan mencurigakan. “Laporkan segera jika menemukan indikasi perekrutan mencurigakan. Ini demi melindungi masyarakat dari bahaya eksploitasi,” tutupnya.
Dari hasil operasi ini, Polda Lampung kembali menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membantu aparat menumpas perdagangan orang. Program Asta Cita ini akan terus digencarkan guna memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat. (*/galang)







Komentar