oleh

MESKI DIULANG, NAMA JOKOWI TETAP UNGGUL

 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (9/7). Presiden bertemu dengan Joko Widodo dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kedua pasangan capres-cawapres menghormati pilihan rakyat terhadap pemimpinnya dan bisa menerima hasil pilpres ini dengan baik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kediamannya Puri Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (9/7). Presiden bertemu dengan Joko Widodo dalam rangka menyikapi polemik hasil quick count Pilpres 2014. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kedua pasangan capres-cawapres menghormati pilihan rakyat terhadap pemimpinnya dan bisa menerima hasil pilpres ini dengan baik.

POSKOTA.CO – Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul di tiga tempat pemungutan suara (TPS) Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada pemungutan suara ulang Pemilu Presiden 2014.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kasihan Bantul, Andreas Suratno, di Bantul Senin, mengatakan tiga TPS yang menggelar pemungutan suara ulang pada Minggu (13/7) adalah TPS 3 Tambak, TPS 53 Sonopakis dan TPS 56 Sonopakis.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di TPS 3 Tambak, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 39 suara sementara Jokowi-JK mendapatkan sebanyak 153 suara.

Kemudian di TPS 53 Sonopakis, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 93 suara, sementara Jokowi-JK mendapatkan 185 suara, sedangkan di TPS 56 pasangan nomor urut satu memperoleh 87 suara, sementara pasangan nomor urut dua meraih 246 suara.

“Adapun daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 53 Sonopakis Lor berjumlah 388 jiwa, kemudian TPS 56 Sonopakis Lor dengan DPT 456 orang, dan TPS 3 Tambak dengan 455 jumlah DPT,” kata Andreas.

Menurut dia, pemilu ulang di tiga TPS itu digelar menindaklanjuti rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menyusul temuan pemilih ber-KTP luar Bantul yang mencoblos di tiga TPS tersebut tanpa dilengkapi surat keterangan domisili saat proses rekap penghitungan suara.

Pada pemungutan suara 9 Juli lalu, di TPS 53 Sonopakis pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 154 suara, Jokowi-JK 218 suara, di TPS 56 pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 107 suara, Jokowi-JK dapat 226 suara, sedangkan di TPS 3 pasangan nomor urut dua juga unggul.

Sementara itu, Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara membenarkan pemungutan suara ulang di tiga TPS itu karena saat rekapitulasi penghitungan suara, ditemukan adanya pemilih ber-KTP luar Bantul yang mencoblos di tiga TPS tersebut tanpa dilengkapi persyaratan.

“Kasus kekeliruan yang terjadi di tiga TPS tersebut yakni ada pemilih dengan KTP luar Bantul diakomodir oleh (kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) masuk dalam DPK tambahan, tanpa menggunakan surat keterangan domisili,” katanya.

Menurut dia, secara prinsip daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) atau pemilih yang tidak terdaftar daftar pemilih tetap (DPT), (DPK) dan DPT tambahan, dapat menggunakan hak pilihnya pada hari H Pemilu pada satu jam sebelum pemungutan ditutup.

Namun, mereka diharuskan menunjukkan identitas misalnya KTP, kartu keluarga (KK), Paspor serta surat keterangan domisili yang sesuai dengan alamat TPS, sehingga adanya pemilih DPKTb tanpa surat keterangan domisili menyalahi aturan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *