JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan obsesinya agar rute Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tidak hanya berhenti di Lebak Bulus. Melainkan moda transportasi modern itu harus terus diperpanjang hingga sampai wilayah Banten supaya lebih banyak manfaatnya bagi masyarakat.
Pramono menargetkan perpanjangan rute MRT dari Lebak Bulus menuju Tangerang, Banten, bakal terealisasi dalam kurun waktu empat tahun ke depan. “Saya membayangkan, 4-5 tahun ke depan MRT sudah mulai tersambung dari Pondok Labu sampai dengan Banten. Apakah ke Tangerang atau Tangerang Selatan,” kata Pramono usai meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pesanggrahan bersama Gubernur Banten Andra Soni di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025).
Tak hanya itu, Pemprov DKI saat ini juga tengah membangun jalur MRT Jakarta fase 2A dengan rute Bundaran HI menuju Kota. “Tahun 2029 akan selesai sampai Ancol. Nah, sebelum Ancol selesai, kita mulai rute baru dari Banten. Menurut saya ini akan jadi kemajuan besar transportasi di Jakarta,” jelasnya.
Pramono juga bangga menyebutkan Jakarta kini masuk dalam jajaran kota dengan layanan transportasi umum terbaik versi majalah Inggris, Time Out.
Di tahun 2025, Jakarta menempati posisi ke-17 dalam daftar kota dengan layanan angkutan umum terbaik di dunia. Time Out menyebut, dari 19 kota terbaik di dunia dalam hal transportasi publik, hanya Jakarta dan Singapura yang mewakili Asia Tenggara.
“Ketika Time Out, lembaga yang kredibel, melakukan survei ke lebih dari 18 ribu responden di 50 negara soal transportasi umum, Jakarta sekarang di peringkat 17. Di ASEAN, Jakarta hanya kalah dari Singapura,” pungkas Pramono.
Atas keinginan Pramono menyambungkan MRT antara Jakarta dan Banten dalam waktu 4 atau 5 tahun, diragukan sejumlah masyarakat. “Untuk melanjutkan pembangunan MRT Fase 2 dari Bundaran HI ke kawasan Kota Tua saja butuh waktu lebih dari enam tahun. Apalagi proyek ke Banten jalurnya lebih panjang. Belum lagi kendala soal pembebasan lahan. Menurut kami itu hanya obsesi yang nyaris mustahil direalisasi,” tandas Haryanti, salah satu warga Jakarta. (jo)







Komentar