oleh

Kadin Bidang Perhubungan Desak Pemerintah Berikan Stimulus ke Operator Transportasi

POSKOTA.CO – Seluruh operator transportasi masih membutuhkan stimulus untuk bisa bertahan dari badaiCovid-19.

Menurutnya, salah satu dukungan kebijakan bagi sektor transportasi agar bisa bertahan adalah pembebasan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bukan sebaliknya  saat ini PNBP justru ditargetkan naik.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto  mengkhawatirkan kenaikan PNBP tidak hanya membebani pelaku usaha transportasi, tapi juga masyarakat sebagai end user.

“PNBP yang kami minta untutk turun dalam masa pandemi ini sebagai salah satu stimulus yang kami harapkan, tapi malah dikejar kenaikkannya.”

Dikatakqnnya, operator penerbangan juga masih membutuhkan stimulus biaya parkir pesawat yang tidak terbang sejak terjadi pandemi Covid-19 sejak April 2020 hingga kini karena kebijakan larangan terbang, larangan bepergian dan mudik, maupun pembatasan-pembatasan lain terkait penanganan penyebaran Covid-19.

Selain itu, maskapai juga meminta pemerintah dapat memfasilitasi keringanan hutang maskapai, baik biaya jasa bandara, pembelian avtur, jasa navigasi dan jasa sewa pesawat yang sebagian besar dengan lessor asing, mengingat kejadian pandemi Covid-19 merupakan kejadian luar biasa dan berlangsung global.

Kadin Bidang Perhubungan juga menilai perlu ada pengaturan supply dan demand sesuai dengan pertumbuhan jumlah penumpang yang sejalan dengan tingkat pemulihan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

Maka dari itu, pemberian izin rute dan slot penerbangan agar memperhatikan UU Anti Persaingan Usaha untuk mengindari terjadinya monopoli atau oligopoly di industri transportasi udara.

“Selain itu, kami juga menilai diperlukannya pengaturan Tarif Batas Bawah (TBB).”

Adapun operator transportasi laut, kata Carmelita, mengharapkan janganlah ada kenaikan tarif jasa kapal di berbagai pelabuhan, operator pelayaran masih membutuhkan relaksasi dan insentif dari pemerintah selama masa pandemi.

Juga diharapkan seluruh stakeholder bersinergi dan saling membantu memulihkan ekonomi dan menanggulangi pandemi.

Apalagi dengan kondisi saat ini, yang mana kita masih harus bersaing dengan sesama negara Asia untuk mendapatkan ruang muat serta kontainer untuk memicu ekspor kita.

Operator transportasi laut domestik berusaha mencari solusi dari kondisi kekurangan kontainer ekspor. Beberapa komoditas dialihkan dalam bentuk muatan curah, dan para pelaku operator pelayaran menawarkan ruang muat kapal kontainer di atas kapal curah dengan tujuan Amerika.

“Kapal-kapal tersebut memang didesign untuk dual komoditi. Selain itu transportasi laut internasional (MLO) tetap mengusahakan mendatangkan empty container ke Indonesia walaupun harus berebut dengan negara-negara ASEAN.”terang Carmelita. (d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *