oleh

13 Maret ASDP Terapkan Satu Harga, Tidak Ada Tiket Eksekutif

JAKARTA – Angkutan Lebaran,  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), mulai tanggal 13 Maret 2006  akan menerapkan single tarif atau satu harga  untuk lintasan penyebrangan Merak Bakauheni.

Dengan  single tarif maka tidak ada  tiket eksekutif.  Seluruh penumpang menggunakan layanan tarif regular. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Operasi & Transformasi ASDP, Rio Lasse dalam acara Media Gathering Angkutan Lebaran 2026, Kamis petang (12/3/2026) di kantor ASSP.

“Single tarif diberlakukan di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB bagi kendaraan golongan I hingga VIA guna memastikan distribusi layanan penyeberangan lebih tertata,” ujar Rio.

Skema tersebut  lanjut Rio,  untuk kelancaran  proses muat kendaraan ke atas kapal, dimana pengguna jasa itu tidak perlu memilih harus melewati eksekutif.

MENINGKAT 9,4 PERSEN

Pada Angkutan Lebaran 2026, ASDP memproyeksikan pergerakan masyarakat melalui  penyeberangan   sekitar 5,8 juta penumpang atau meningkat 9,4 persen, serta 1,4 juta kendaraan atau naik 9,3 persen pada 15 lintasan penyeberangan yang menjadi pantauan nasional.

Lintasan tersebut merupakan jalur dengan tingkat mobilitas tinggi selama periode mudik, meliputi Merak – Bakauheni, Ciwandan – Wika Beton, Bojonegara – Muara Pilu, Ketapang – Gilimanuk, Padangbai – Lembar, Jangkar – Lembar, Kayangan – Pototano, Kariangau – Penajam, Bajoe – Kolaka, Hunimua – Waipirit, Bira – Pamatata, Bolok – Rote, Bitung – Ternate, Ajibata – Ambarita, Telaga Punggur – Tanjung Uban, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, serta Nias – Sibolga.

Secara nasional, kata Rio, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan, terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis, dengan dukungan 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang.

Lintasan Jawa – Sumatera – Bali menjadi jalur dengan mobilitas tertinggi selama periode Lebaran. Pada rute Jawa–Sumatera, jumlah penumpang diproyeksikan mencapai 1,56 juta orang (naik 10,3 persen) dengan 371.653 kendaraan (naik 9,9 persen). Sementara arus Sumatera–Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang (naik 11,2 persen) dengan 353.901 kendaraan (naik 10,5 persen).

Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani 805.851 penumpang (naik 10 persen) dengan 217.117 kendaraan (naik 9,3 persen), sementara arus Bali–Jawa diperkirakan mencapai 869.604 penumpang (naik 9,5 persen) dengan 248.161 kendaraan (naik 8,7 persen).

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP menambah dermaga express II di Merak – Bakauheni, layanan pelanggan 24 jam, penyediaan toilet portable, serta peningkatan penerangan di area pelabuhan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jasa.

Koordinasi dengan pemangku kepentingan juga diperkuat melalui delaying system di buffer zone, implementasi geofencing, serta pengalihan arus kendaraan melalui pelabuhan alternatif.

ASDP juga menyiapkan ruang  ramah keluarga  dilengkapi berbagai aktivitas kreatif dan edukatif seperti mini playground, board games, ruang membaca dan kreativitas, hingga pembagian goodie bag, camilan ramah anak, serta activity book interaktif, sehingga anak-anak dapat tetap merasa nyaman selama masa tunggu perjalanan.

SRIMULUS DISKON 10 PERSEN

Direktur Keuangan ASDP, Bunga H. Oktaviyanti, menambahkan sebagai  dukungan terhadap kebijakan pemerintah, ASDP juga menerapkan stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan, pada 7 lintasan dan 14 pelabuhan bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, serta pejalan kaki dan golongan II express.

“Stimulus ini ditujukan untuk membantu masyarakat agar perjalanan mudik menjadi lebih terjangkau sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama periode Lebaran. Bagi ASDP, yang terpenting adalah memastikan kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, serta kualitas layanan tetap terjaga,” ujar Bunga.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi Ferizy.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket melalui Ferizy karena tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Hindari calo agar tidak merugikan, serta pastikan pengisian data diri sesuai identitas guna menciptakan perjalanan yang lebih tertib dan lancar,” jelas Windy. (dwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *