oleh

Forum Wartawan Logistik Terbentuk

POSKOTA.CO – Sejumlah wartawan deklarasikan Forum Wartawan Logistik (Forwalog), Senin (15/3/202 di Jakarta.

Pembentukan wadah tersebut didasari rasa kepedulian dan keprihatinan tethadap tingginya biaya logistik nasional dibandingkan negara-negara tetangga di ASEAN atau sekitar 23 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Tingginya biaya logistik di Indonesia menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan Balitbanghub Gunung Hutapea dalam webinar bertajuk Upaya Menurunkan Logistic Cost dari Sisi Pandu Tunda pada Rabu (10/3/2021) lalu menyebutkan, biaya tertinggi bersumber dari pelabuhan.

Sedangkam data Indonesian National Shipowners Association (INSA) mencatat biaya jasa pandu dan tunda dari kapal masuk hingga keluar di Indonesia mencapai 4.707 dolar AS. ementara di Singapura 2.141 dolar AS, Filipina 2.370 dolar AS, Thailand 1.953 dolar AS, dan Vietnam 3.103 dolar AS.kpj.

Ketua Forwalog Dwi Yantoro  dalam deklarasi mengatakan, berangkat dari keresahan dan rasa keprihatinan itu, wadah ini didirikan untuk untuk mendorong dilaksanakannya tata kelola logistik nasional yang mampu mendongkrak daya beli masyarakat dan meningkatkan perekonomian nasional.

“Kami menginginkan supaya perspektif logistik nasional ini bisa diurus sebaik-baiknya oleh stakeholders terkait. Dan peran Pers diharapkan bisa mendorong sekaligus mengkritisi tujuan tersebut agar lebih fokus,” ujar  Dwiyantoro.

Dwiyantoro mengatakan, Forwalog diharapkan menjadi mitra strategis dalam membangun kemandirian industri logistik nasional agar berdaya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Adapun susunan pengurus Forwalog,
Ketua Umum Dwiyantoro (Poskota), Wakil Ketua Akhmad Mabrori (Logistiknews), M.Ichsan (SINDO), Sekjen Syamsuri S Ari dan Bendahara Pandujati (Rakyat Merdeka). (d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.