oleh

Carilah Sekda yang Apa Adanya, Bukan Ada Apanya

Drs H.Uju,M.Si, terhitung mulai 1 Juli mendatang akan purna bakti sebagai Sekretaris Daerah ( Sekda) Kabupaten Bekasi. Sayangnya proses open bidding ( lelang jabatan) untuk kelak menduduki kursi tertinggi dalam tatanan pemerintahan tersebut belum dimulai.

Tadinya, banyak pihak berharap agar proses open bidding sudah dimulai dua atau tiga bulan sebelum Uju mengakhiri jabatannya. Mengapa demikian, karena proses open bidding memakan waktu cukup luma, setidaknya satu bulan, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan, sampai uji kompetensi .

Jadi, jika sampai pada waktu  berakhirnya jabatan H.Uju belum ada calon Sekda hasil lelang jabatan, artinya akan ada pejabat sementara atau pelaksana tugas (Plt).

Namun begitu, persoalan mendasar tentunya bukan pada Plt tetapi pada siapa calon Sekda pengganti H.Uju.

Sebagai jabatan tertinggi dalam roda pemerintahan daerah, Sekda merupakan motornya organisasi. Jika diibaratkan pengemudi sepeda motor ( atau lebih tepatnya mobil), pengemudi seperti apa yang kita harapkan?

Apakah pengemudi yang lebih senang dengan mobil matic dan ber-CC kecil? Atau yang pengemudi yang senang dengan mobil ber-CC agak besar hingga 2.800? Atau bahkan yang senang membawa mobil ber-CC besar dengan kecepatan yang tinggi di atas 140 KM/Jam?

Apa pun jenis mobilnya, jika pengemudinya lihay, lari sekencang apa pun ia akan tiba ditujuan dengan selamat. Sebaliknya, di tangan pengemudi yang belum mahir, seberapa pelan pun kendaraan itu dibawa, bisa saja akan ada kecelakaan dalam perjalanan .

Untuk hal seperti ini, serahkanlah segala sesuatu pada ahlinya.

Jika menilik dari karakter, orang seperti apakah yang cocok atau pas menduduki jabatan Sekda di Kabupaten Bekasi yang para ASN-nya yang berasal dari banyak suku dengan berbagai karakter yang berbeda? Apakah Sekda yang punya karakter  serupa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang keras dan amarah? Atau yang karakternya serupa Anies Baswedan yang lembut? Atau perpaduan keduanya?

Pemerintah Kabupaten Bekasi punya ‘stok’ pejabat untuk calon Sekda, yang semuanya mumpuni. Tentunya dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Sayangnya, bahwa aturan mainnya, pelaksana open bidding yang pastinya kita ketahui pasti mumpuni dalam melakukan serangkaian tes, tidak langsung memilih satu ‘ pemenang’ dalam lelang jabatan tersebut, tetapi harus memilih tiga nama untuk kemudian diserahkan ke bupati untuk dipilih.

Tiga nama itulah yang kemudian menjadi hak prerogatif bupati untuk memilihnya. Di sini tentulah akan ada unsur subyektif, yang dimaknai sebagai …

Satu hal yang pastinya sudah dipertimbangkan Bupati Bekasi H .Eka Supria Atmaja adalah, bahwa jabatannya sebagai bupati tinggal hitungan setahun lagi. Tentunya Eka berkeinginan mengakhiri jabatannya dengan meninggalkan kesan yang baik, bukan hanya bagi para ASN tetapi juga bagi masyarakat luas.

Di sinilah kecerdasan seorang Eka akan diperlihatkan dengan bagaimana atau lebih tepatnya, siapa yang akan dia pilih sebagai Sekda di masa-masa akhir jabatannya.

Cuma kalau boleh kita menitip pesan ke bupati, carilah sekda ‘ yang apa adanya’ bukan ‘ yang ada apanya’.(agus suzana)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *