oleh

Korupsi lewat Honor THL Fiktif

KORUPSI di tubuh pemerintah daerah, bisa dilakukan dari ‘ delapan penjuru angin’. Arti katanya, dari mana saja, dengan cara apa saja. Salah satunya yang disebut-sebut dilakukan oknum pejabat eselon IV/A di sebuah SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Konon caranya dengan ‘ menggelembungkan’ data fiktif tenaga honorer di lingkungannya. Alhasil, dari dugaan korupsi tersebut uang ratusan juta rupiah masuk kantong pribadi .

Untuk diketahui, seorang tenaga harian lepas ( THL) di sejumlah SKPD di Pemkab Bekasi mendapatkan honor bervariasi antara Rp 80.000,- sampai Rp 100.000,- perhari. Tergantung dari SKPD masing-masing.

Di sebuah SKPD , ada puluhan tenaga harian lepas fiktif. Tidak ada orangnya, tetapi honornya dicairkan. Dalam setiap bulannya, diduga puluhan juta rupiah honor untuk THL fiktif tersebut masuk kantong pribadi. Dalam setahun, bisa dihitung berapa ratus juta rupiah.

Oknum pejabat bersangkutan yang diduga melakukan penganggaran untuk THL fiktif tersebut membantah kalau jumlah THL fiktifnya mencapai puluhan orang. Menurutnya, hanya 16 orang . Dia mengaku kalau 16 orang itu bukan fiktif, akan tetapi tidak hadir saat dilakukan absensi. Itu alibi dia.

Ini tentunya harus bisa dicermati pihak aparat penegak hukum, karena menempatkan THL fiktif menjadi salah satu modus menggerogoti uang negara .

Soal bagaimana kebenarannya, tentunya aparat penegak hukum punya pola untuk menyelidikinya. Namun yang paling penting adalah bukan hanya mengembalikan kerugian negara ( daerah) jika keterbuktian itu ada, akan tetapi lebih bagaimana memberi efek jera kepada oknum pelakunya.-

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *