POSKOTA.CO – Tidak kalah besarnya dengan Covid-19. Jumlah korban meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) mencapai 254 jiwa dari 39.876 kasus di seluruh Indonesia, sementara Covid-19 hingga Senin 209 pasien meninggal
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Nadia Siti Tarmidzi dalam keterangannya menyebutkan wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi DBD tertinggi.
Berdasarkan data Kemenkes hingga 4 April 2020, kasus DBD terbanyak terjadi di Jawa Barat dengan total 5.894 kasus. Disusul oleh NTT sebanyak 4.493 kasus, Lampung 3.682 kasus, Jawa Timur 3.045 kasus, dan Bali 2.173 kasus.
Dia merinci, Jawa Barat dan NTT termasuk dalam wilayah zona merah DBD.
Sementara Lampung, Jawa Timur, dan Bali masuk dalam zona kuning. Total kasus DBD di seluruh Indonesia sejak Januari hingga 4 April 2020 sebanyak 39.876 kasus.
Namun, angka kematian akibat DBD tertinggi berada di NTT, yaitu 48 jiwa. Kemudian, Jawa Barat 30 jiwa, Jawa Timur 24 jiwa, Jawa Tengah 16 jiwa, dan Lampung 16 jiwa.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto sebelumnya mengatakan saat ini memasuki musim pancaroba atau masa pergantian musim dari musim penghujan ke kemarau kerap terjadi peningkatan kasus DBD.
Ia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai selain virus corona juga ancaman penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.
“Dengan munculnya demam berdarah akan memperburuk angka kesakitan dan kematian yang terjadi manakala bercampur dengan Covid-19,” kata Yurianto.
Sementara itu, hingga Senin jumlah kasus positif Covid-19 ada 2.491. Dari jumlah itu, dirawat 2.090, pasien sembuh 192 orang, dan pasien meninggal 209 orang. (r)







Komentar