oleh

Kesejahteraan Pekerja Tidak Melulu soal Gaji, Akses Layanan KB dan Kesehatan Reproduksi Penting

SEMARANG-Dua hari jelang puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024, belasan karyawan PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (PT.SAMI) antusias mengikuti kegiatan pelayanan KB perusahaan. Kali ini menyasar ke kawasan industri di Tugurejo, Kota Semarang, Jawa Tengah,  Kamis (27/06/2024).

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes,  dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengungkapkan, pelayanan Keluarga Berencana (KB) di perusahaan merupakan implementasi dari kerjasama yang telah terjalin dengan Kementerian Tenaga Kerja. Dalam hal ini Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

“Kerjasama ini terkait peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan tenaga kerja,” ujar Wahidin.

Menurut Wahidin, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja ternyata cukup banyak unsur yang jadi indikator. Bukan hanya tentang penghasilan atau gaji semata. Penyediaan fasilitas kesejahteraan pekerja seperti layanan KB dan kesehatan reproduksi juga jadi hal penting yang hendaknya ada di setiap perusahaan.

“Pelayanan KB hari ini bukan hanya menguntungkan karyawan saja, tapi bisa memberi dampak positif bagi perusahaan. Harapannya dengan karyawan menjadi peserta KB akan dapat menunda kehamilan, sehingga akan mengurangi cuti hamil dan bersalin. Menjadikan produktivitas kerja karyawan meningkat. Pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan perusahaan,” ujarnya.

Dukung Program Pemerintah

Presiden Direktur PT. SAMI, Nozomi Kawasaki, dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya dan ucapan terimakasih karena telah memilih perusahaannya menjadi tempat untuk melaksanaan kegiatan ini.

Nozomi mengatakan perseroan akan selalu mendukung program pemerintah. Apalagi kegiatan  ini  sangat memberikan manfaat bagi karyawan dan perusahaan.

“Saya yakin pemerintah Indonesia terus bekerja keras untuk bisa memajukan negaranya. Tentunya melalui kebijakan-kebijakannya,” ujarnya.

Menurut Nozomi Kawasaki, kesejahteraan masyarakat atau individu tidak hanya tentang ekonomi saja. Namun kebahagiaan dan kesehatan juga menjadi hal yang sangat penting.

Kegiatan pelayanan KB perusahaan ini diselenggarakan atas dukungan  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang serta Perwakilan BKKBN Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut digelar pelayanan  kontrasepsi pil, suntik, kondom, IUD dan implan. Tercatat sejumlah 16  akseptor implan dan delapan  akseptor menggunakan IUD.

  1. SAMI memiliki sekitar 3000 karyawan dengan 85 persen adalah perempuan. Juga telah tersedia klinik yang cukup baik untuk bisa memberikan pelayanan kontrasepsi bagi karyawan.

Menurut Wahidin, hal ini menjadi pemilihan tempat yang tepat untuk kegiatan pelayanan KB. “Saya yakin standar gaji di sini sudah cukup baik. Harapannya, penghasilan tersebut juga dapat digunakan untuk pembiayaan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya.”

Apalagi kalau memiliki jumlah anak yang tidak banyak. Dua anak saja, Wahidin yakin beban ekonomi menjadi tidak terlalu tinggi. Sehingga karyawan bisa konsentrasi dalam bekerja dan tentunya juga bisa memberikan hal terbaik buat keluarga, baik dalam pengasuhan anak maupun kebahagiaan rumah tangga. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *