POSKOTA.CO-Di usia menjelang menopause ini, Susanti merasakan keamanan dan kenyamanannya untuk melakukan kontrol rutin selama enam bulan sekali dengan terdaftarnya sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pendarahan yang sering dialaminya pada masa menopause ini membuatnya beberapa kali harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Namun, ia menyebutkan selama membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, yang ia dapatkan adalah pelayanan yang baik, serta para petugas kesehatan yang menghormati tiap pasien.
“Pendarahan yang sering kali saya alami ini akhirnya mengharuskan saya untuk control setiap enam bulan sekali untuk memastikan saya tetap dalam keadaan sehat, setidaknya mendapatkan arahan-arahan preventif dari penyakit-penyakit di umur saya saat ini. Pelayanan dokter yang ramah dan fasilitas yang saya dapat juga sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasien. Bahkan, anak saya yang pernah melalui operasi usus buntu dengan Program JKN juga lancar tanpa perlu ada yang saya keluhkan ke pihak rumah sakit maupun ke BPJS Kesehatan,” cerita Susanti terkait pengalamannya sebagai peserta aktif JKN segmentasi Penerima Bantuan Iuran (PBI), Kamis (20/07/2023).
Susanti dan keluarganya yang sudah terdaftar lama dalam Program JKN ini telah merasakan beberapa pelayanan kesehatan lainnya, seperti perawatan kemoterapi stadium tiga yang diderita anaknya-pun bisa didapatkan dengan mudah. Pelayanan yang cepat juga dirasakan ketika ada urgensi dan membuat Susanti harus mendapatkan tindakan medis sesegera mungkin. Para petugas fasilitas kesehatan maupun petugas rumah sakit juga tidak melayani dengan kesenjangan antar pasien BPJS Kesehatan, maupun pasien umum lainnya. Hal ini membuat Susanti semakin percaya dengan adanya jaminan kesehatan dari pemerintah melalui Porgram JKN.
“Banyak kerabat saya yang meminta saya untuk menjadi peserta mandiri karena keluhan-keluhan yang mereka rasakan. Tapi, saya selalu menolak karena yang saya dapatkan walaupun gratis ini tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal dan tidak pernah dipungut iur biaya tambahan apapun selama memang sesuai dengan ketentuan dokter dan rumah sakit. Dari situ, saya juga bantu memberikan informasi kepada kerabat-kerabat lain serta menyanggah opini mereka terkait alur pelayanan yang ribet. Karena, selama kita bisa mengikuti ketentuan yang ada semua akan berjalan lancar dan tidak ribet,” ujarnya.
Susanti Lakukan Kontrol Rutin
Sebagai pasien yang sudah terdaftar di rumah sakit tempat Susanti melakukan kontrol rutin, database yang sudah tersimpan di rumah sakit mempermudah Susanti dalam proses registrasi hingga administrasi. Selain itu, ia juga sudah memberikan kepercayaan penuh pada rumah sakit karena kepuasan pelayanan yang ia dan keluarganya rasakan. Ia turut merasakan kualitas yang baik dari dokter yang menangani kasusnya.
Berdasarkan pengalamannya, ia berani menceritakan semua manfaat yang dirasakan secara langsung. Ia berpesan agar masyarakat lainnya tidak menyimpulkan stigma buruk terkait BPJS Kesehatan yang terdengar dari mulut ke mulut, bila belum merasakan pengalaman sendiri.
“Saya yakin, masyarakat lain yang belum merasakan manfaat dari Program JKN karena belum mencoba sendiri pasti menyesal. Pemerintah sudah memudahkan masyarakat dengan program ini yang sengaja disajikan untuk seluruh masyarakat di Indonesia tanpa memandang bulu. Pun dengan BPJS yang tidak memandang bulu peserta gratis (PBI) ataupun yang bayar sendiri (Mandiri). Pelayanan yang didapatkan juga sama, tidak ada diskriminasi antar pasien. Ini seharusnya bisa dilihat oleh seluruh masyarakat, bagaimana pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan memang selalu berupaya untuk mencapai pelayanan optimal bagi para pesertanya,” ucap Susanti. (*/fs)







Komentar