oleh

Warga Cempaka Baru Korban Pembangunan SMA Pergunas akan Melapor ke Polisi

POSKOTA.CO – Sejumlah warga korban pembangunan gedung sekolah milik Yayasan Perguruan Nasional (Pergunas) di Kelurahan Cempaka Baru, Jakarta Pusat akan melaporkan ke polisi kasus tersebut.

“Laporan kami sebelumnya ke Kementerian Keuangan ditanggapi pejabat di Direktorat Perbendaharaan Kemenkeu. Mereka datang ke rumah saya dan waega lainnya yang terjepit gedung sekolah Pergunas,” kata Wiwiek Dwiyati kepada poskota.co, Kamis (10/12/2020) pagi.

Setelah kedatangan dua staff Ditjen Perbendaharaan tersebut dua pekan lalu, menurut Wiwiek tidak ada perubahan sikap pengurus Yayasan Pergunas. “Mereka (Pergunas) tetap saja membangun di lokasi yang dipersoalkan oleh warga. Bahkan sekarang sudah mulai pembangunan di lantai atas,” kata Wiwiek.

Padahal, menurut warga, sudah dua kali Kemenkeu selaku pemilik lahan mengirim surat teguran ke Pergunas.
“Saya dan beberapa warga yang jadi korban tidak melihat itikad pengurus Yayasan Pergunas dan Kemenkeu menyelesaikan masalah ini baik-baik. Makanya kami minta bantuan LSM untuk melaporkan masalah ini ke polisi,” kata Wiwiek.

Warga berembug dan membuat surat kuasa ditandatangani lima orang pemilik KTP di Cempaka Baru di RT 015 RW 03.
“Surat kuasa itu sudah kami serahkan ke LSM Pelopor untuk melanjutkan laporan kami ke polisi,” kata Wiwiek.

Kasus pembangunan gedung sekolah milik Yayasan Pergunas bermula sejak Agustus 2020. Pembangunan itu tanpa minta izin warga terdekat, sehingga menutup akses jalan dan saluran air limbah.

Pembangunan sekolah swasta itu berdiri di sebagian lahan milik Kementerian Keuangan dengan IMB berdasarkan surat rekomendasi yang ditandatangani Wiwieng Handayaningsih selaku Setdirjen Perbendaharaan Kemenkeu.

Pelepasan aset negara ini menjadi sorotan sejumlah pihak termasuk pengamat dan masyarakat yang menilai ada unsur manipulasi data dan praktik KKN dalam pembangunan gedung sekolah tersebut. (tis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *