JAKARTA – Wali Kota Jakarta Pusat Arifin minta para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Pusat (Jakpus) menerapkan sikap peduli, komunikatif dan kolaboratif.
Hal tersebut disampaikan, orang pertama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakpus di sela-sela acara pertemuan rutin (pertin) di Ruang Pola, kantor Pemkot setempat, Jalan Tanah Abang I, Gambir pada, Kamis (17/4/2025).
“Yang pertama adalah peduli, peduli dengan kader dan program-program PKK, komunikatif yaitu berbicara dengan cara yang baik dan mampu membuat orang tertarik serta kolaborasi,” pinta Arifin.
Menurutnya semuanya bisa teratasi dengan kolaborasi, jadi semangat untuk perubahan, semangat untuk perbaikan, dan semangat untuk perbaikan.
“Insya Allah pertin dalam kegiatan PKK ini terus menambah semangat dalam memberikan yang terbaik untuk warga masyarakat Jakpus,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Administrasi Jakpus, Witri Yenny Arifin mengatakan bahwa kegiatan pertin ini bukan hanya sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah saling berbagi informasi, pengalaman, serta menyusun rencana kerja yang bermanfaat bagi keluarga dan warga masyarakat sekitar.
“Saya mengapresiasi semangat dan partisipasi ibu-ibu semua dalam kegiatan-kegiatan ini. Marilah kita terus menggalang kerjasama dengan meningkatkan kreativitas serta menjadikan PKK sebagai motor penggerak kesejahteraan keluarga,” katanya.
Witri berharap, para ketua dan pengurus TP PKK kecamatan dan kelurahan agar mempersiapkan lomba 10 Program Pokok PKK yang diselenggarakan PKK Provinsi Jakarta. Tentunya dengan partisipasi aktif di seluruh pengurus dan kader PKK termasuk dukungan dari para camat, lurah, dan instansi terkait maupun keterlibatan warga masyarakat secara luas dalam mendukung program-program PKK.
“Saya berharap kader PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk melakukan penunjukan tim pendamping teknis dalam setiap jenis lomba, pembinaan intensif terhadap wilayah yang menjadi perwakilan lomba maupun dokumentasi kegiatan secara terstruktur dan konsisten, keliping-keliping, dan sosial media,” harapnya.
Kegiatan lomba-lomba PKK, lanjut Witri merupakan kegiatan lomba yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. “Keikutsertaan dalam lomba bukan semata-mata untuk menang, tetapi untuk memperkuat pelaksanaan program PKK yang berdampak nyata bagi masyarakat,” paparnya. (van)







Komentar