oleh

Viral Video Oknum Perwira Polisi Diduga Intimidasi Pedagang Pasar Induk Kramat Jati

JAKARTA – Seorang pedagang buah di pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, diduga menjadi korban intimidasi seorang oknum petugas kepolisian. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) kemarin, ketika pengelola pasar merapikan lapak pedagang yang meletakan dagangan melebihi batas.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang anggota polisi saat sedang memimpin penataan pedagang di pasar Induk Kramat Jati. Saat itu,oknum  anggota polisi berpangkat balok satu itu terlihat tak terima saat direkam oleh pedagang, dan perwira Polri ini mempertanyakan pengambilan video dan meminta mematikan rekaman tersebut.

“Apa, ngapain videoin, ngapain video-videoin,” ucap polisi tersebut yang dikutip dari video viral yang beredar, Kamis (2/7/2026)

Kala itu, pedagang pepaya yang diketahui bernama Sutrisno itu berupaya mempertahankan handphone miliknya agar tidak diambil oleh oknum anggota polisi tersebut. Keributan pun terjadi dan pertengkaran terjadi dan beberapa kata terlontar dari mulut polisi yang terekam di video tersebut.

Ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Sutrisno menceritakan, awalnya perwira polisi itu sedang patroli bersama beberapa petugas lainnya. Dalam patroli itu, lapak dagangannya agak sedikit ke depan ke jalanan.

“Nah, kan ada penertiban, langsunglah saya dipanggil oleh Kapospol, Pak Basit. Nah, di situ saya bilang, “Oh iya Pak, karena saya enggak ada anak buah, nanti saya pindahin.” Nah, pas posisi itu loading, posisi lagi loading (turun barang),” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Meski sudah menyampaikan hal tersebut, kata Sutrisno, dirinya tetap dimarah-marahi karena dianggap ngeyel dan sering mendapat teguran dari oknum polisi tersebut. Ia pun mempertanyakan fungsi kepolisian di Pasar Induk Kramat Jati, dan bukan mengatur pedagang tapi memberikan keamanan.

“Lah saya bilang, ‘Loh Pak, posisi Bapak ini kan sebagai pendamping. Bapak enggak punya hak untuk berbicara, apalagi ikut mengatur.’ Nah, di situ dia tambah marah, tambah maki-maki saya,” ungkapnya.

Bahkan, oknum perwira itu meminta kepada pemilik lapak agar tidak sewakan tempat jualan itu ke Sutrisno. Hal itu pun membuat dirinya heran dengan oknum polisi yang ingin memutus mata pencahariannya sebagai pedagang. “Maksud dia apa seperti itu? Kan dia enggak punya hak seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait video viral tersebut, Kasi Humas Polres Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan, pihaknya memang sudah mengetahui terkait video yang selama ini beredar. Bahkan, hari ini pun Polres akan memanggil oknum polisi dan pedagang untuk dilakukan pemeriksaan.

“Hari ini keduanya akan kami panggil untuk diperiksa apa yang menjadi masalah di video tersebut. Dan ketika nanti sudah dimintai keterangan selanjutnya kami akan sampaikan kembali,” ujarnya. (Ifand)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *