oleh

Usai Ditegur Mendagri, Pemkot Depok secara Bertahap Salurkan Paket Sembako

POKSOTA.CO – Secara bertahap jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) ke masyarakat terkait dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Leve 4 di masa pandemi Covid-19 terlebih bagi warga yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) dan lainnya.

“Seharusnya bansos ke warga yang membutuhkan dilakukan sebelum PPKM Level 4 diberlakukan, karena masyarakat menengah ke bawah sangat merasakan sekali dampak pandemi Covid-19 bukan setelah ditegur Mendagri Tito Karnavian baru dikucurkan,” kata Usman, warga Pancoran Mas, Depok, Sabtu (24/7/2021).

Kritik dan saran itu disampaikan ke Pemkot Depok setelah mengetahui adanya pembagian bansos yang dilakukan tiga pemimpin Depok mulai dari Wali Kota Mohammad Idris, Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono dan Sekda Depok Supian Suri secara bersamaan menyerahkan bansos ke wilayah Pancoran Mas dan Sukmajaya.

Turunnya ketiga pejabat di Kota Depok menyerahkan langsung bansos, imbuh Usman, setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang melakukan rapat koordinasi di Balai Kota Depok, Jumat (23/7/2021).

“Setelah ditegur atau disentil Mandagri Tito Karnavian baru turun, seharusnya lebih tanggap Pemkot Depok karena warga sudah pada ‘kelenger’ terkena dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Mandagri Tito Karnavian dengan tegas meminta seluruh kepala daerah terlebih wilayah perbatasan DKI Jakarta atau ibu kota negara tidak harus menunggu petunjuk atau menunggu bantuan pemerintah pusat, karena bansos kepada warga dapat menggunakan APBD yang ada.

Terlebih data laporan dari Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri per 15 Juli 2021 alokasi anggaran dan realisasi BTT dan bansos dalam APBD tahun 2021 untuk Kota Depok sebanyak Rp90.123.688.040, tapi baru terealisasi Rp2.674.366.500 atau hanya 2,97 persen dan anggaran untuk BTT sebanyak Rp92.108.640.000 baru teralisasi Rp19.054.114.014 atau 20,69 persen.

“Mengenai bansos, walaupun ada bantuan dari pemerintah pusat, saya memohon kepada teman-teman kepala daerah untuk membagi beban dengan menggunakan anggaran APBD yang ada di daerah, segera belanjakan dan berikan kepada masyarakat yang betul-betul memerlukan. Nggak masalah kalau ternyata penerima dobel, daripada warga tidak terima sama sekali,” tuturnya di hadapan Forkopimda Depok.

Sehari setelah mendapatkan teguran Mendagri Tito Karnavian, Wali Kota Depok Mohammad Idris langsung turun ke lapangan menyerahkan sekitar 600 paket bansos kepada warga di kawasan Pondokjaya, Cipayung.

Setiap paket sembako berisi beberapa bahan pokok antara lain, beras, mi instan, produk UMKM dan lain sebagainya. Paket sembako ini merupakan program ‘Depok Sedekah Bersama’ atau Desaber. Bantuan ini diberikan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) dan terdampak pandemi Covid-19. (anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *